Home ADVERTORIAL Sambut Hari HIV/AIDS Sedunia, Dinkes Gelar Round Table Discussion

Sambut Hari HIV/AIDS Sedunia, Dinkes Gelar Round Table Discussion

0
SHARE

TANGERANG – Dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS sedunia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menggelar Round Table Discussion yang digelar ruang pertemuan Dinkes Kota Tangerang.

Sebelumnya, Dinkes Kota Tangerang melakukan skrining 100 orang per-Kelurahan yang ada di Kota Tangerang, dari hasil skrining tersebut terdapat 10.532 orang yang sudah dilakukan pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ada 40 orang yang dinyatakan reaktif HIV/AIDS akan tetapi harus dilakukan pendalaman untuk mengetahui hasilnya.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraini mengatatakan, acara tersebut adalah puncak dari rangkaian kegiatan hari HIV/AIDS sedunia yang dilakukan Dinkes Kota Tangerang dengan cara melakukan skrining di Puskesmas untuk mengetahui berapa banyak masyarakat yang terpapar HIV/AIDS.

“Sebelumnya, kita lakukan skrining di Puskesmas. Skrining tersebut untuk mengetahui berapa banyak dan adakah masyarakat yang terpapar HIV/AIDS. Jika ada, maka kita lakukan pengobatan untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat,”ujarnya saat ditemui Tangerang Ekspres di Gedung Dinkes Kota Tangerang, Rabu (1/12).

Dini menambahkan, Dinkes Kota Tangerang terus melakukan skrining masyarakat, bahkan bukan hanya pada perayaan hari HIV/AIDS saja melakukan skrining. Melainkan, setiap hari di rumah sakit dan puskesmas terus dilakukan skrining tersebut.

“Di Kota Tangerang kita memiliki 16 layanan PDP untuk pasien HIV/AIDS, artinya pasien HIV/AIDS akan diobati di pusat layanan PDP yang ada di 16 Puskesmas yang ada di Kota Tangerang. Selain itu, pasien HIV/AIDS penanganannya berbeda dengan paisen penyakit lain,”paparnya.

Ia menjelaskan, adanya pusat layanan PDP di 16 Puskesmas, sebagai bentuk wujud komitmen Dinkes Kota Tangerang dalam menangani HIV/AIDS di Kota Tangerang. Bahkan, penanganan pasien HIV/AIDS dilakukan secara khusus dan ada konsuling sendiri.

“Dilayanan PDP, Pasien HIV/AIDS dilakukan perawatan dan diberikan obat yang disuplai oleh Kementerian Kesehatan untuk para pasien. Jadi, pasien HIV/AIDS akan mendapatkan pengobatan sampai sembuh agar bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya,”tutupnya. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here