Home TANGERANG HUB DBD Naik, Permintaan Trombosit Meningkat

DBD Naik, Permintaan Trombosit Meningkat

0
SHARE

SERPONG – Permintaan trombosit beberapa pekan ini meningkat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel mencatat adanya peningkatan permintaan trombosit di Unit Donor Darah (UDD). Naiknya permintaan trombosit dialami akibat meningginya angka kasus DBD.

Kepala UDD PMI Kota Tangsel Suhara Manullang mengatakan, peningkatan permintaan trombosit terjadi dalam beberapa pekan terakhir. “Berdasarkan data yang ada 90 sampai 100 kantong. Artinya, permintaan trombositĀ  meningkat dari biasanya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/12).

Suhara menambahkan, peningkatan permintaan trombosit lebih banyak untuk golongan darah A. Tidak jarang meningginya permintaan trombosit golongan A sampai berimbas terhadap kekosongan ketersediaannya. “Sebenarnya secara umum hampir sama jadi golongan yang memang banyak pemakainya adalah golongan A. Tapi, karena pemakainya banyak kadang-kadang kosong juga begitu. Kemudian data dari kami di Tangsel ini memang yang sedikit itu golongan AB,” tambahnya.

Namun, mantan Direktur RSU Kota Tangsel iniĀ  memastikan ketersediaan trombosit pada semua golongan telah kembali tersedia di PMI Kota Tangsel. “Kalau dilihat sekarang dari antusias pendonor jadi skrg sudah meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, dari data perbandingan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) pada November 2021 dibanding bulan yang sama 2020 lalu, maka angka kasus kali ini mengalami penurunan kasus. “Ini data perbandingan kasus DBD 2020 dengan tahun 2021,” ujarnya.

Allin menambahkan, sejak awal 2020 hingga November 2020 pihaknya mencatat kasus DBD terjadi sebanyak 498 kasus. Sedangkan, sejak memasuki awal 2021 sampai 10 November 2021, tercatat ada 342 kasus DBD terjadi di Kota Tangsel.

Sementara itu, dari data tersebut terdapat kenaikan kasus pada tiga bulan terakhir jika dibandingkan pada tahun lalu. Misalnya pada Agustus 2020 tercatat kasus DBD sebanyak 14 kasus, September 2020 sebanyak 8 kasus, Oktober 2020 sebanyak 6 kasus, November 2020 sebanyak 27 kasus. “Kalau pada Agustus 2021 tercatat sebanyak 30 kasus DBD, September 2021 sebanyak 32 kasus DBD, Oktober 2021 sebanyak 43 Kasus, dan November 2021 hingga pada tangga 10 telah tercatat sebanyak 56 kasus,” tutupnya

Sebelumnya, PMI Kota Tangsel kini memiliki dua alat donor bernama Apheresis di markasnya. Satu alat Apheresis sudah ada sejak empat tahun lalu dan satu lagi batu mulai diujicoba pada 29 November lalu. Alat Apheresis merupakan bentuk penerapan teknologi medis berupa proses pengambilan salah satu komponen darah dari pendonor.

Saat ini PMI Tangsel memiliki dua mesin Apheresis di PMI Kota Tangsel. Dengan alat tersebut PMI juga bisa mengambil komponen darah yang diperlukan saja, misalnya trombosit atau plasma saja. Meskipun pengambilan darah melalui mesin Apheresis yang hanya memerlukan darah yang dibutuhkan saja tetapi, komponen darah lain yang tidak dibutuhkan dapat dikembalikan ke tubuh pendonor lagi.

Proses pengambilan plasma darah untuk terapi plasma tersebut berbeda dengan donor darah biasa. Pada pengambilan plasma darah, PMI menggunakan mesin Apheresis untuk memisahkan antara sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma. Proses pemisahan ini membutuhkan waktu lebih lama daripada donor darah biasa. Lamanya waktu maksimal 45 menit, dengan alat tersebut darah donor dikeluarkan kemudian diolah untuk dipisahkan jenis kebutuhannya dan hanya membutuhkan plasma. Sedangkan sisanya kita masukan ke tubuh pendonor. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here