Home POLITIK Dewan Kecewa, Perda Olahraga Dinilai Bermasalah

Dewan Kecewa, Perda Olahraga Dinilai Bermasalah

0
SHARE

KOTA TANGERANG – DPRD Kota Tangerang kecewa atas sikap Biro Hukum Pemprov Banten yang menyatakan Perda tentang Olahraga bermasalah. Ketua Bapemperda DPRD Kota Tangerang, Edi Suhendi mengatakan, Perda itu dinyatakan tidak memenuhi tata aturan pembuatan rancangan peraturan daerah (Raperda). Padahal, kata Edi, setiap merancang Perda, DPRD selalu melakukan kajian baik naskah akademik melalui perguruan tinggi lalu diekspos ke Bapemperda. Selanjutnya dari Bapemperda kemudian dibuatkan panitia khusus (pansus).

“Pansus itu kemudian dibahas bersama-sama setiap hari dengan bagian hukum pasal per pasalnya,” ungkap Edi.

Menurut Edi, dalam penyusunan Raperda tentang Keolahragaan itu pihaknya juga sempat mengundang bagian hukum provinsi Banten. “Kita sempat meminta pendapat ke Kumham Provinsi Banten terkait penyusunan Raperda itu termasuk pasal per pasalnya dan konten isi Raperda tersebut. Semuanya sudah oke, setelah dikirm ke biro hukum malah dibilang bermasalah,” tukasnya.

Edi menuturkan, Biro hukum Provinsi Banten sempat meminta Perda tentang Keolahragaan ada yang diubah. Namun pihaknya menolak lantaran Perda tersebut sudah ditetapkan.

Edi menjelaskan, saat ini Perda tesebut sudah bukan ranah legislatif tapi di eksekutif. Apabila dilaksanakan adanya perubahan, pihaknya meminta pihak terkait yakni Bapemperda, Biro Hukum Provinsi Banten, Bagian Hukum Pemkot Tangerang, Dispora dan Koni Kota Tangerang serta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi bersama.

“Pansus sudah bubar. Lagian itu sudah dibahas bersama-sama dengan pihak terkait itu. Tapi kenapa dinyatakan bermasalah,” tandas Edi.

Padahal bagian hukum Kota Tangerang sempat menyebutkan Perda tentang Keolahragaan ini dinilai lebih rapi dibanding Perda lainnya. “Tapi mengapa Perda tentang Keolahragaan ini malah dinyatakan bermasalah,” ujarnya.

Edi memaparkan, Perda tentang Keolahragaan ini merupakan hasil dari aspirasi masyarakat Kota Tangerang yang didukung oleh Dispora dan Koni serta FORMI Kota Tangerang yang diinisiasi oleh Fraksi PKS yang disambut dengan suka cita oleh semua elemen masyarakat.
Perda tentang Keolahragaan ini, lanjut Edi, sangat menunjang gelaran Porprov VI Provinsi Banten yang bakal dilaksanakan di Kota Tangerang terkait kualitas cabang olahraga dan sarana prasarana.

“Kalau Perda ini sudah disahkan, maka akan banyak hal yang akan dilakukan oleh Pemkot Tangerang seperti peningkatan kualitas Cabor secara otomatis prestasinya akan jauh lebih baik. Belum lagi penunjang sarana dan prasarananya,” paparnya.

Menurut Edi, Perda tentang Keolahragaan dirasa penting agar olahraga di Kota Tangerang memiliki payung hukum yang kuat. Perda tersebut bertujuan untuk mendorong prestasi dalam dunia olah raga dan mengelola aset beserta sarana dan prasarananya. Selain itu, dengan adanya Perda Keolahragaan dapat mendorong prestasi olah raga baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Perda itu mendukung pesan ‘mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga’ artinya seluruh warga Kota Tangerang diarahkan oleh Perda itu untuk rajin berolahraga dengan diberikan fasilitas,” katanya.

Edi menjelaskan, dalam Perda itu Pemkot Tangerang akan memberikan fasilitas sarana olahraga di setiap kelurahan begitu juga pengembang diwajibkan memberikan fasilitas sarana olahraga untuk warganya. “Untuk Cabor yang berprestasi sudah ada yaitu GOR (gedung olahraga) yang ada di setiap Kecamatan. Nah yang di kelurahan nantinya bisa menjadi bibit atlet. Itu tujuannya,” ujarnya.

Perda tentang Keolahragaan ini bakal menyatukan kegiatan keolahragaan tingkat pelajar yang ada di Dispora dan di Dinas Pendidikan. Selama ini, kata Edi kegiatan keolahragaan pada dua OPD tersebut terpisah seperri olimpiade olahraga siswa Nasional (O2SN) kegiatan pertandingan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan. Sementara Pusat pelatihan dan latihan pelajar daerah (PPLD) yang diselenggarakan oleh Dispora.

“Dalam Perda itu sudah ada kesepakatan yang nantinya jadi satu. Jadi tidak ada lagi atlet Dindik dan atlet Dispora. Yang ada atlet Kota Tangerang,” pungkasnya.

Edi menambahkan, Perda ini juga untuk mengatur pembinaan atlet sejak awal dan penyediaan sarana olah raga yang memadai. “Padahal melalui Perda tersebut dapat menghidupkan kembali prestasi di bidang olah raga di Kota Tangerang. Tapi mengapa dinyatakan ada masalah dalam isi Perda itu. Padahal itu sudah matang dalam kajian dengan berbagai pihak,” tukasnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here