Home TANGERANG HUB Ribuan Buruh Mogok Kerja, Tolak UMK yang Disahkan Gubernur Banten

Ribuan Buruh Mogok Kerja, Tolak UMK yang Disahkan Gubernur Banten

0
SHARE

TIGARAKSA–Jalan arteri Kabupaten Tangerang jadi lautan buruh. Mulai dari Bitung, kawasan industri Cikupa Mas, pertigaan Citra Raya hingga Balaraja. Buruh maupun pekerja dari berbagai organisasi tumplak di jalan. Aksi mereka ini untuk menolak upah minimum kabupaten dan kota (UMK) yang telah disahkan Gubernur Banten Wahidin Halim, pekan kemarin.

Pekerja maupun buruh dari berbagai organisasi melakukan sweeping ke pengurus unit kerja (PUK) di pabrik untuk mogok kerja dan mengajak turun ke jalan. Masa aksi menggunakan kendaraan roda dua, mobil komando dengan membawa poster dan berorasi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang Ahmad Supriyadi mengatakan, sebanyak 5 ribu buruh di Tangerang Raya, yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan turun ke jalan untuk menolak SK Gubernur Banten terkait penetapan UMK 2022.

Ia memaparkan, ribuan buruh longmarch menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dengan dua titik kumpul yakni Citra Raya dan kawasan Industri Cikupa Mas. Kali ini, ribuan pekerja yang berasal dari berbagai aliansi menggelar konvoi menggunakan kendaraan roda dua untuk menuju KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten).

“Buruh menuntut adanya kenaikan UMK tahun 2022, karena seperti yang telah putuskan, beberapa daerah salah satunya Tangerang, tidak ada kenaikan upah. Kita ada dua titik kumpul, salah satunya di kawasan Citra Raya. Hingga nantinya menuju ke Provinsi Banten untuk aksi unras dan menyampaikan aspirasi secara langsung ke Gubernur Banten,” paparnya kepada awak media, Senin (6/12).

Supriyadi mengatakan, buruh minta adanya kenaikan UMK 2022 dan menolak penggunaan kebijakan PP No 36/2021 tentang Pengupahan sebagai produk hukum turunan dari UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang digunakan sebagai landasan pengupahan.

Sementara, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang, Kompol Rudi mengatakan, untuk pengalihan arus lalu lintas, pihaknya melakukan pembagian jalur. Ia memaparkan, dalam aksi kali ini Polresta Tangerang pun menerjunkan 375 personel dengan pengalihan arus lalu lintas di kawasan titik kumpul.

“Di sini ada dua jalur, karena yang satu jalur dipakai para buruh untuk aksi, maka satu jalur lainnya, kita gunakan untuk arus masuk dan keluar kawasan Citra Raya. Secara umum situasi kondusif,” ungkapnya. (sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here