Home ADVERTORIAL Sepanjang 2021, DPKP Kota Tangsel Banyak Musnahkan Sarang Tawon

Sepanjang 2021, DPKP Kota Tangsel Banyak Musnahkan Sarang Tawon

0
SHARE

SERPONG UTARA-Sepanjang tahun 2021 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangsel banyak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) sejak awal Januari 2020 hingga November 2021. Mulai dari penyuluhan kebakaran, pemadaman maupun penyelamatan.

Kepala DPKP Kota Tangsel Uci Sanusi mengatakan, selama 2021 pihaknya melakukan kegiatan penyuluhan kebakaran, pemadaman dan penyelamatan. “Dari Januari sampai akhir  November 2021, kita telah melakukan puluhan pemadaman dan ratusan evakuasi dan penyelamatan,” ujarnya, Senin (6/12).

Uci menambahkan, untuk kegiatan pencegahan kebakaran pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat, ke sekolah terkait edukasi melalui zoom. Serta melakukan latihan simulasi penanganan kebakaran yang diminta oleh pengelola gedung.

Untuk pemadaman, DPKP telah melakukan 59 pemadaman dan kebakaran di permukiman mendominasi kasus kebakaran. “Kecamatan Pamulang paling banyak terjadi kebakaran, kalau paling sedikit di Setu,” tambahnya.

Masih menurutnya, kasus kebakaran tahun ini dibanding tahun lalu jumlahnya menurun. Tahun lalu jumlahnya mencapai 79 kasus, sedangkan tahun ini sampai akhir November berjumlah 59. Penurunan kasus kebakaran itu disebabkan banyak faktor, mulai sosialisasi yang dilakukan dipahami masyarakat, cuaca tidak terlalu panas, serta pandemi covid-19 membuat orang banyak berada di rumah dan mereka jadi lebih waspada. “Mudah-mudah kasus kebakaran tidak terjadi lagi sampai akhir tahun ini,” katanya.

Sedangkan untuk penyelamatan, Uci mengaku pihak telah melakukan 338 penyelamatan. Jumlah itu terdiri dari 175 pemusnahan sarang tawon, 87 evakuasi ular, evakuasi hewan liar dan peliharaan 23 (kucing, musang, biawak). Lepas cincin 32 kali dan pendampingan terhadap kasus kebakaran 22 kasus. “Kami mencatat ratusan evakuasi sarang tawon di lingkungan masyarakat dibanding pemadaman dan penyelematan kebakaran,” jelasnya.

Uci menuturkan untuk evakuasi ular lebih banyak didominasi penangkapan ular jenis piton dan sanca. Banyaknya temuan hewan melata itu di tengah musim penghujan yang mulai mengguyur sebagian wilayah Indonesia, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk dapat memerhatikan lingkungannya. “Saya mengimbau agar masyarakat dapat langsung berkoordinasi dengan kami saat mendapati temuan ular di sekitar lingkungannya termasuk sarang tawon,” tuturnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here