Home ADVERTORIAL Maksimalkan Pelayanan, Bapenda Tangsel Buka Layanan WA dan Mobil Keliling

Maksimalkan Pelayanan, Bapenda Tangsel Buka Layanan WA dan Mobil Keliling

0
SHARE

SERPONG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk kemudahan wajib pajak (WP) dalam mendapatkan pelayanan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Bapenda membuka layanan melalui aplikasi daring hingga chat WhatsApp.

Menurut Kepala Bapenda Kota Tangsel Moch Taher R, wajib pajak bisa memanfaatkan layanan WhatsApp di nomor  08118887266 dan 08119888311 untuk mengetahui status pajak dan jumlah besaran kewajiban yang harus disetorkan. Selain melalui whatsapp, wajib pajak juga bisa memanfaatkan e-mail ke alamat e-mail pelpbbbphtb@gmail.com (PBB) dan onlinepbbbphtb@gmail.com (BPHTB) sebagai media komunikasi dengan pihak Bapenda. Sehingga tetap bisa mencari tahu tanpa harus datang langsung ke Kantor Pelayanan Bapenda Kota Tangsel.

”Sebenarnya seluruh pelayanan ini bisa online. Namun, masih ada masyarakat yang menemukan kesulitan pada saat melakukannya. Jadi kita berikan kemudahan dengan layanan Whatsapp atau email,” ujar Taher.

Selain melalui aplikasi chat tersebut, Taher juga mengungkapkan, untuk memudahkan masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan mobil keliling. Ini bertujuan untuk warga yang memang tidak bisa memanfaatkan teknologi dan tidak bisa mengunjungi kantor pelayanan Bapenda.

”Karena masih dalam masa pandemi, salam proses pelayanan mobil keliling ini, kami mengutamakan protokol kesehatan. Sehingga, untuk masyarakat yang akan memanfaatkan pelayanan ini diharapkan juga menaati prokes, minimal dengan tetang menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Sementara itu untuk melakukan intensifikasi PBB, Bapenda melakukan pendataan Objek Pajak yang belum melaporkan bangunannya atau  berdasarkan IMB yang diterbitkan DPMPTSP. Pihaknya melakukan cek ke lokasi apakah sudah berdiri bangunan atau belum, jika sudah maka akan ditetapkan sebagai objek pajak sehingga menambah potensi. Kemudian, Bapenda juga melakukan penilaian individu atas gedung bertingkat yang sudah melakukan Pertelaan. Apakah sesuai dengan hasilnya atau berbeda. Sehingga jika berbeda, bisa dilakukan pengkajian ulang agar bisa sesuai.

Terakhir, dalam memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD), Bapenda juga melakukan penagihan piutang PBB bekerja sama dengan PT. POS secara tercatat. Hal ini bisa mengefisiensikan proses penagihan karena oleh PT Pos disampaikan langsung kepada wajib pajak dengan alamat yang terdaftar. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here