Home ADVERTORIAL Pembangunan Islamic Center Sudah 95 Persen

Pembangunan Islamic Center Sudah 95 Persen

0
SHARE

Tinggal Pemasangan Marmer dan Landscape

SERPONG-Sampai saat ini Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel terus mengebut pembangunan Gedung Islamic Center yang berlokasi di belakang Pasar Modern BSD, Serpong. Sampai 12 Desember 2021 pembangunan gedung yang akan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan tersebut sudah mencapai 95 persen.

Kepala Bidang Bangunan Perkantoran pada DBPR Kota Tangsel Mochamad Hardi mengatakan, progres pembangunan gedung Islamic Center sudah mencapai 95 persen. “Tinggal penyelesaian dan tinggal sedikit lagi, yakni pemasangan keramik atau marmer dalam karena, nunggu plafon selesai digambar dulu,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (12/12).

Hardi menambahkan, pihaknya juga sedang mengejar pengerjaan landscape dan tanamannya sudah mulai ditanam. “Pekerjaan tinggal lima persen lagi dan ini adalah pemasangan keramik dan taman. Sekarang sedang direkayasa jangan sampai yang sedang ngecat mengganggu yang pasang marmer,” tambahnya.

Menurutnya, gedung tersebut sudah dilengkapi listrik dan pendingin ruangan (AC) namun, belum termasuk mebelernya. “Akhir tahun ini harus selesai. Kalau sudah selesai akan kita serahkan ke Setda dan merekalah nantinya yang akan memutuskan siapa ya g akan mengelola gedung Islamic Center ini,” jelasnya

“Enam bulan setelah diserahkan nantinya masih dalam tahap perawatan gedung. Gedung ini dulu mulai dibangun Juni 2021 atau setelah Idul Fitri,” ungkapnya.

Hardi mengungkapkan, bangunan Islamic Center tersebut memiliki dua lantai dengan lantai dua memiliki ukuran yang lebih tinggi dan terdapat kubah masjid juga. “Jadi, Islamic Center ini hanya dibangun satu gedung saja namun, ukurannya cukup besar,” ungkapnya.

Masih menurutnya, akti pelaksanaan pembangunan gedung Islamic Center tersebut sempat tertunda karena situasi pandemi covid-19. Sehingga membuat sejumlah anggaran mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. “Mulai Juli dilakukan pembongkaran gedung Masjid Al-Rahman. Pembongkaran dilakukan oleh pengurus masjid karena, masjid ini adalah wakaf warga,” jelasnya.

Gedung tersebut, menurut Hardi berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan konsep bangunan dua lantai, lantai bawah untuk kegiatan Islamic Center dan lantai atas untuk ruang ibadah. Ruang atau gedung bagian bawah dibagi-bagi dalam beberapa ruang. Sedangkan lantai atas bisa menampung sekitar seribuan jamaah.

Bangunan dua lantai tersebut didesain memiliki daya tampung yang sangat besar. Di lantai bawah misalnya, total luas mencapai 2.241 meter persegi dan bisa memuat sebanyak 887 orang. Sementara di lantai atas yang memiliki luas 2.743 meter persegi disiapkan untuk menampung 1.700 orang. “Untuk membangun gedung megah ini Pemkot menganggarkan biaya sebesar Rp 34 miliar,” ungkapnya.

Gedung Islamic Center dilengkapi berbagai fasilitas keagamaan dan bisa juga dijadikan tempat pembinaan. “Jadi, semua kegiatan pembinaan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang berlangsung berdasarkan inti atau dasar ajaran yang meliputi ibadah, muamalah, taqwa dan dakwah bisa dilakukan di gedung ini,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here