Home BISNIS Sudah Ekspor, Pengrajin Rotan Minta Perhatian Pemerintah

Sudah Ekspor, Pengrajin Rotan Minta Perhatian Pemerintah

0
SHARE

KRESEK – Belasan tahun menggeluti usaha pembuatan keranjang rotan. Sarkani, warga Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, mengaku belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah. Terutama dalam pembinaan dan permodalan kepada dirinya.

“Walaupun begitu, Alhamdulillah, untuk modal usaha ini saya dapat pinjam dari orang. Ini karena memang belum ada bantuan permodalan maupun pembinaan dari pemerintah,” ungkap Sarkani, kepada Tangerang Ekspres, di kediamannya, Minggu (9/1).

Melihat potensi usahanya yang cukup bagus, Sarkani berharap pemerintah bisa memberikan pembinaan serta bantuan permodalan untuk usaha yang digelutinya, ia mengaku sudah mempekerjakan sejumlah tetangganya. Hal itu ia lakukan untuk meringankan beban sesama.

“Sebenarnya usaha ini sangat berpotensi dan bisa dikembangkan lebih besar lagi. Sebab hasil kerajinan kami untuk diekspor. Usaha ini sudah bukan permulaan lagi. Namun sudah berjalan lama dan tinggal mengembangkannya lebih besar. Kendala utamanya adalah soal permodalan,” tuturnya.

Ke depannya, kata Sarkani, dia berharap pemerintah mampu melihat secara jeli potensi di daerahnya. “Untuk permodalan padahal bisa melalui Bumdes atau program yang lainnya. Karena usaha ini jelas bisa dikembangkan. Mengingat usia pembuatan ini sudah digeluti selama 16 tahun. Tinggal memberikan pembinaan, oles dengan permodalan yang bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan,” katanya.

Menurut Sarkani, keranjang buatannya merupakan pesanan dari salah satu perusahaan di Kabupaten Tangerang.
Saat ini, ia sudah mengirim mencapai 200 keranjang atas pesanan bosnya setiap tiga hari. Sedangkan jumlah permintaan sebanyak-banyaknya.

“Dalam sehari, per orang bisa membuat antara 8 sampai 10 buah keranjang. Pembuatannya bertahap, dari membuat rangka sampai menjadi keranjang,” jelasnya.

Karena setiap tiga hari, ayah dua anak ini harus mengirim 200 buah keranjang ke bosnya. Sehingga untuk mengejar target itu, Sarkani bekerja tidak sendiri. Akan tetapi dibantu enam warga sekitar yang sudah mahir membuat kerajinan rotan.

Ditanya tentang ketersediaan bahan baku rotan sebesar sedotan plastik itu, Sarkani mengatakan, melimpah. Apalagi dirinya ada kerjasama dengan perusahaan milik bosnya sebagai perusahaan penyedia rotan.

Disinggung mengenai harga satuan keranjang rotannya, Sarkani mengatakan, rahasia. Sebab kalau disebutkan nilai harga itu, maka dirinya tidak enak dengan perusahaan yang memesan keranjangnya.

Untuk informasi, sebelumnya, Sarkani sebagai sopir pabrik rotan. Kemudian Sarkani diminta pemilik perusahaan untuk membuat berbagai kerajinan keranjang dari rotan. Keranjang rotannya untuk dikirim ke Amerika, Australia dan negara-negara di Eropa. (zky/din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here