Home TANGERANG HUB Tugu Pamulang, Dulu Viral Cacian, Kini Banjir Pujian

Tugu Pamulang, Dulu Viral Cacian, Kini Banjir Pujian

0
SHARE

PAMULANG – Tugu Pamulang lama yang menjadi bahan cacian warga, kini tinggal kenangan. Tugu yang hanya berbentuk kerangka besi melingkar itu, telah berubah. Berubah total setelah digelontorkan dana Rp 700 juta dari Pemprov Banten. Kini menjadi tugu yang besar dan megah. Sabtu (8/1), tugu yang berada di samping Polsek Pamulang itu, diresmikan Gubernur Banten Wahidin Halim.

April 2021 lalu, tugu Pamulang lama yang dibangun Pemprov Banten pada 2018, menjadi bahan cacian dan bully-an warga dan viral di media sosial (medsos). Lantaran, tugu itu dinilai asal bangun, tidak ada nilai seninya. Justru merusak estetika. Warga menilai bentuknya seperti tempat penampungan air (toren). Pemprov Banten merespons kekecewaan warga. Tugu itu lantas ditutup seng dan pemprov membuka sayembar desain pada Agustus hingga September 2021. Tugu yang baru selesai dibangun Desember.

‘Cakep banget ya kak, sampai difotoin tersu. Beda waktu masih kayak toren,” tulis akun IG etalasebintaro. Akun IG Ade.Irawan21 yang memposting tugu Pamulang baru menulis, “Pas kayak toren juga dulu difotoin kok min, komenya aja yg beda sekarang.” 4.12_cakes.and.cookies juga memberikan respon positif, “Siap2 Ramadhan tahun ini bakalan rame di tugu.”

Dulu tugu Pamulang viral karena cacian. Kini, banjir pujian. Gubernur WH juga puas dengan pembangunan tugu Pamulang yang baru ini. Menurutnya, peresmian tugu dengan desain baru tersebut sudah lama ditunggu masyarakat Kota Tangsel dan khususnya Pamulang.

WH mengatakan, pihaknya melakukan pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat agar hasil pembangunan dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Awal rencana pembangunan tugu Pamulang ini merupakan aspirasi masyarakat Kota Tangsel yang meminta untuk dilakukan revitalisasi, mengingat tugu yang lama kondisinya sudah tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya saat sambutan, Sabtu (8/1).

WH menambahkan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan tugu Pamulang itu juga dilakukan pada tahap perencanaan desain bangunan yang melalui proses sayembara terbuka yang melibatkan seluruh masyarakat. “Alhamdulillah sekarang sudah terlihat jauh lebih bagus dan indah dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, lebih bersih juga,” tambahnya.

Mantan Wali Kota Tangerang ini berharap, dengan diresmikannya tugu Pamulang tersebut bisa mendatangkan manfaat dan maslahat bagi masyarakat sekitar dari berbagai perspektif dan dimensi. “Makanya saya secara optimal menyerap aspirasi masyarakat yang sudah tertuang di dalam sebuah tugu,” jelasnya.

Dalam peresmian tersebut, WH sempat menyinggung tidak hadirnya Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan. Pemkot Tangsel hanya diwakilkan oleh Asisten Daerah (Asda) II bidang Ekonomi dan Pembangunan Dandi Priyandana.

WH mengaku, dengan tidak hadirnya Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota, dirinya tidak tersinggung. “Tidak, tidak, saya tidak tersinggung meskipun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel tidak hadir,” ungkapnya
.
Namun demikian, WH mempersilakan bila Pemkot Tangsel berminat ingin melakukan perawatan tugu Pamulang. Pembangunan tugu tersebut berada di Jalan Siliwangi yang merupakan aset dari Pemprov Banten.

“Kita yang bangun tapi kalau kota berminat ya silhkan. Hubungan kita antar kota atau kabupaten dengan provinsi baik-baik saja. Gak ada masalah, cuma kan kita dibagi kewenangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, pembangunan tugu Pamulang merupakan tindak lanjut dari hasil sayembara desain tugu dari Agustus sampai September 2021. Sayembara itu merupakan ide dan gagasan dari Gubernur WH dalam menyikapi permintaan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Tangsel terhadap perubahan desain tugu Pamulang.

“Pembangunan Tugu Pamulang ini selesai dalam dua bulan setelah hasil sayembara dilakukan, dengan menggunakan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp700 juta,” ujarnya.

Menurutnya, sayembara desain tugu Pamulang yang digelar gubernur itu dengan total hadiah Rp 20 juta. Pada saat dibuka diikuti oleh 1.013 pendaftar. “Sampai batas akhir penutupan pengirim karya, desain yang masuk sebanyak 180 karya,” jelasnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here