Home HUKUM Copot Segel, Pemilik Tower Dianggap Menantang Penegak Perda

Copot Segel, Pemilik Tower Dianggap Menantang Penegak Perda

0
SHARE

KOTA TANGERANG–Satpol PP Kota Tangerang kembali menyegel tower seluler yang sudah berdiri di RT05/RW 01, Kelurahan Poris Gagabaru, Kecamatan Batuceper, Senin (10/1). Kamis (6/1) saat pekerja sedang membangun fondasi, Satpol PP datang dan menyegel. Karena tidak memilik izin. Namun, segel itu tak digubris, seolah tidak ada artinya.

Sabtu (8/1) dan Minggu (9/1) segel dicopot pekerja dan pembangunan diteruskan, hingga akhirnya tower berdiri tegak. Bahkan, di sekitar tower sudah berdiri pagar besi. Kemarin, Satpol PP datang menyegel lagi dan menggembok pagar itu.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Iwan Syarifudin mengaku sudah melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik tower.

Surat dikirim ke salah satu perusahaan operator telepon seluler. Iwan menegaskan saat ini sedang menunggu jawaban dari pemilik tower, atas tindakannya membongkar segel serta membangun tanpa ada izin.

Iwan mengatakan, sesuai aturan, Satpol PP Kota Tangerang sebelum melakukan pembongkaran tower terlebih dahulu menyurati pemilik tower agar memberikan klarifikasi. Klarifikasi yang ditunggu Satpol PP soal pencabutan segel dan mengerjakan tower tanpa ada izin.

“Saya yang antar langsung ke kantornya di Jakarta. Kami tunggu dalam waktu 3 hari paling cepat dan paling lama seminggu. Jika tidak ada respon, kita layangkan surat kedua. Jika kembali tidak merespon, maka surat ketiga akan kami layangkan,”ujarnya saat dihubungi Tangerang Ekspres melalui telepon selulernya, Senin (10/1).

Iwan menambahkan, sebelumnya Satpol PP sudah mengecek bahwa pembangunan tower itu tidak mempunyai izin lengkap. Hanya izin lingkungan saja, apalagi pada Jumat (7/1) para pekerjanya mencopot segel Satpol PP.

“Pada saat penyegelan Kamis (6/1), para pekerja kami tanya, mereka tidak tahu siapa bosnya. Bahkan, mereka mengatakan akan pulang kampung dan tidak bekerja sementara. Tetapi, mereka mengerjakannya saat libur yakni Sabtu dan Minggu. Makanya hari ini (kemarin) disegel dan langsung mengirimi surat pemanggilan,”paparnya.

Ia menjelaskan, seharusnya pekerja dan pihak ketiga bisa paham atas segel yang telah dilakukan Satpol PP. Bukannya berhenti bekerja, tetapi dilanjutkan bekerjanya pada hari libur dan mencopot segel yang sudah dipasangkan.

“Artinya, mereka sudah menantang kami sebagai penegak perda. Kami tidak akan pandang bulu, akan kami bongkar jika memang mereka tidak memenuhi panggilan kami,”ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku khawatir jika tower ambruk. Bahkan, pemilik tanah sudah dikasih tahu, tetapi tetap cuek saja tidak memikirkan dampak kedepannya.

“Saya takut ini rubuh bang, mau pindah kontrakan tidak ada uang. Sebenarnya di sini nyaman, tetapi berubah dengan adanya tower ini, kita takut. Apalagi, tidak ada informasi kepada kami sebagai warga,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here