Home BANTEN Ledakan Bom di Pandeglang, Suami Tewas, Istri Luka Parah

Ledakan Bom di Pandeglang, Suami Tewas, Istri Luka Parah

0
SHARE

PANDEGLANG – Minggu (9/1) malam, warga kampung Cisaat, RT04/03, Desa Tangkilsari, Cimanggu, Pandeglang gempar. Ada suara ledakan besar di salah satu rumah. Bahkan, suara ledakan terdengar hingga radius 10 kilometer dari kampung Cisaat.

Sumber ledakan ternyata berasal dari rumah Ulung (41). Akibat ledakan itu, rumah Ulung berukuran 5×10 meter yang terbuat dari kayu ambruk. Ulung ditemukan tewas dengan tubuh yang tidak utuh lagi. Istrinya, LI (40) dan anaknya terluka parah. Korban mendapat penanganan di RSUD Berkah Pandeglang. Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga memastikan ledakan itu akibat bom. “Tapi bukan bom untuk aksi terorisme,” tegasnya.

Shinto mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob dan Inafis Ditreskrimum Polda Banten disimpulkan, bom yang meledak di dalam rumah itu, berjenis bom ikan. Ulung memang dikenal sebagai nelayan. Diduga, ia kerap menggunakan bom ikan untuk mendapatkan ikan di laut.

Kemarin, Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob menemukan 12 item bahan pembuat bom. Ditemukan beberapa bungkus plastik kecil sisa flash powder, serbuk belerang, potasium, termasuk alat tumbuk, dan saringan. “Efek ledakan cenderung low explosive (daya ledak rendah), bukan jenis bahan peledak yang dibuat oleh jaringan terorisme,” tegas Shinto Silitonga.

Tim Unit Jibom juga menemukan power dan initiatior saat melakukan sterilisasi. Dua komponen itu biasa digunakan oleh kelompok terorisme yang senantisa memadukan power, initiator, explosive, switching, casing dan countainer dalam setiap aksi pembuatan bom. “Dari karakter bahan peledak yang ditemukan di TKP, tidak ada power dan initiatornya. Sehingga disimpulkan bahwa bahan peledak itu bukan bom untuk aksi teroris, namun digunakan untuk menangkap ikan dengan bahan peledak,” lanjut Shinto.

Dari hasil otopsi, dokter forensik dari Biddokkes Polda Banten juga tidak menemukan adanya material gotri, paku dan material berbahaya lainnya pada tubuh Ulung. “Dokter forensik yang melakukan otopsi berkeyakinan bahwa dari dampak bahan peledak pada tubuh manusia, tidak ada material berbahaya yang biasa digunakan dalam bom oleh kelompok teroris,” terangnya.

Penyelidikan saat ini terus berjalan untuk dapat menjawab mengapa ditemukan bahan peledak di rumah Ulung yang mengakibatkan istrinya, ikut terluka parah. “Dari catatan kriminal di Ditpolairud Polda Banten, ada beberapa nama yang menjadi target operasi karena perkara penggunaan bom ikan di sekitar tempat kejadian. Informasi ini pasti akan didalami sehingga dapat diketahui siapa pelaku yang memasok bahan peledak ini,” ungkapnya. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here