Home NASIONAL Transformasi Ekonomi untuk Genjot Pendapatan Perkapita

Transformasi Ekonomi untuk Genjot Pendapatan Perkapita

0
SHARE

Diskusi Media Grup Disway dengan Menko Luhut Binsar Panjaitan
JAKARTA — Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menargetkan pendapatan perkapita penduduk Indonesia menjadi 9.980 dolar AS setara Rp 139,7 juta (kurs Rp 14.000/dolar AS) pada 2030. Pendapatan perkapita sejatinya sudah menyentuh angka Rp 56 juta (4.000 dolar AS) pada 2019. Namun akibat pandemi Covid-19 turun sedikit menjadi Rp 54,6 juta (3.900 dolar AS) pada 2020.

Untuk medongkar pendapatan perkapita ini, pemerintah akan melakukan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri.

Strategi ini diungkapkan Menko Marves Luhut saat menjadi pembicara dalam perbincangan virtual bersama media grup Disway News Network (DNN), Senin (10/1). DNN membawahi ratusan media cetak, online dan televisi yang tersebar sejumlah wilayah di Indonesia.

Acara ini, dipandu langsung founder Disway yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sebagai mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan cukup terkejut ketika Luhut menjelaskan rencana besar perubahan transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri.

Tujuan utama transformasi ekonomi ini adalah ingin meningkatkan perekonomian dengan target meningkatkan pendapatan perkapita menjadi 9.980 dolar AS pada 2030 nanti. Strategi transformasi ekonomi akan terus dipacu Luhut sebagai jurus jitu untuk mencapai target itu dari hilirisasi industri itu. Beberapa poin yang menjadi pokok pengembangan hilirisasi industri yaitu, membangun basis industri bernilai tambah tinggi untuk mendukung digital ekonomi.

Selain itu, melalui tren Green Economy Industri Luhut juga akan mengembangkan industri semi konduktor/chip dan ekosistemnya, baterai EV, serta Sofware Enginering. Untuk komitmen global, pihaknya akan mengalokasikan sumber energi rendah emisi (Green) untuk industri-industri bernilai tambah tinggi.

Untuk mendukung pengembangan hilirisasi industri Luhut membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan membentuk talent pool yang berkualitas melalui program penjaringan lulusan S1 jurusan teknik dan sains. ‘’Para tenaga teknik ini nantinya akan diarahkan bekerja pada perusahaan-perusahaan kelas dunia di bidang teknologi,’’ katanya.

Untuk menyiapkan rencana itu, pemulihan ekonomi akan terus dipacu peningkatannya. Dengan begitu, akan menambah kepercayaa investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Luhut, Indonesia akan menjadi pilihan utama bagi negara-negara yang berinvestasi di sektor pengembangan baterai Lithium dan mendorong transfer teknologinya. Selama ini, kata dia, sejumlah negara di dunia belum melihat nilai tawar Indonesia. Maka, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk bersaing secara global adalah dengan mengembangkan Kawasan Industri Hijau di Kalimantan Utara (Kaltara).

‘’Pembangunan kawasan ini dapat terlaksana berkat kerjasama besar antara Indonesia dengan Cina serta United Emirat Arab (UEA),’’ ucapnya, seraya mengulang bahwa dalam kerja sama ini tidak hanya dengan Cina.

Luhut mengatakan, pemeritah telah membuat dua kriteria industri yang akan dikembangkan di wilayah industri hijau ini. Pertama, dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan bahan mentah.

Kedua, industri yang dibangun dapat menempatkan Indonesia pada posisi kunci dalam pemanfaatan teknologi kedepannya. ‘’Jadi industri baterai yang akan dibangun di Kaltara nanti, tidak hanya berbasis nikel, tetapi juga non nikel. Termasuk membangun pabrik solar panel,’’ katanya.

Selain itu, pembangunan pabrik aluminium smelter di Kaltara juga akan didirikan. Hal ini untuk mempercepat dukungan industri hilirisasi. Pembangunan, new energy battery juga dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan penurunan emisi pada 2030. Melalui capaian pembangunan itu, beberapa fasilitas pendukung di kawasan ini akan didirikan, di antaranya pelabuhan, bandara, hotel dan akomodasi karyawan.

‘’Kawasan ini dipastikan akan mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan penerimaan peningkatan pendapatan negara,’’kata Luhut.

Untuk diketahui, dalam perbincangan virtual tersebut, hadir 225 jaringan media cetak dan online yang bernaung di bawah naungan holding PT Wahana Semesta Merdeka (WSM) dan Disway termasuk di dalamnya koran Tangerang Ekspres. (esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here