Home HUKUM Kejari Tahan Mantan Direktur RS Sitanala

Kejari Tahan Mantan Direktur RS Sitanala

0
SHARE

Kasus Korupsi Jasa Cleaning Service
TANGERANG — Kasus korupsi pengadaan jasa cleaning service tahun 2018 di Rumah Sakit Sitanala Tangerang terus diungkap. Para pelaku yang diduga terlibat dilakukan penahanan oleh Kejaksaaan Negeri Kota Tangerang. Kali ini mantan Direktur Rumah Sakit Sitanala Tangerang AM yang ditahan, Senin (10/1).

Kepala Kejari Kota Tangerang, Erich Folanda mengatakan, tersangka AM setelah dilakukan pemeriksaan oleh Jaksa Penyidik Misael Tambunan dan pemeriksaan oleh dokter dan dinyatakan sehat, tim penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka AM.

“Sesuai dengan Pasal 20 Jo. Pasal 21 KUHAP, penyidik berdasarkan bukti yang cukup dan memiliki kekhawatiran apabila tersangka akan melarikan diri maupun merusak atau menghilangkan barang bukti, AM dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhitung sejak 10 Januari sampai 29 Januari 2022,” ungkap Erich.

Erich menjelaskan, tersangka AM telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim jaksa penyidik Kejari Kota Tangerang pada 10 November 2021 lalu. Penetapan tersangka AM ini merupakan bagian pengembangan dari terpidana Yazerdion Yatim dan terpidana Nasron Azizan yang yang telah dijatuhi vonis pidana penjara masing-masing satu tahun.

Selain divonis satu tahun penjara, Nasron Azizan diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Sementara terpidana Yazerdion ditambah hukumannya dengan membayar uang pengganti hasil korupsi sebesar Rp 655 juta. Kedua terpidana itu perkaranya telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang.

Tersangka AM selaku KPA, kata Erich, diduga secara aktif mengetahui dan menyetujui tidak dilakukannya pembayaran terhadap hak-hak yang seharusnya dibayarkan kepada pekerja Cleaning Service serta secara aktif tidak melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dalam proses Pengadaan Barang/Jasa yang menggunakan dana APBN dari Kementerian Kesehatan hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 655.407.050,.

”Atas perbuatan tersangka AM bersama tersangka YS dan RSM dan juga dengan 2 orang terpidana yakni Yazerdion Yatim dan terpidana Nasron Azizan mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 655.407.050,” jelasnya.

Erich menyebutkan, saat ini tersangka AM dititipkan sementara di Rutan Kelas IIB Pandeglang. Menurutnya, AM disangkakan oleh tim penyidik melanggar pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejari Kota Tangerang menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa cleaning service di RS Sitanala, Kota Tangerang. Ketiga tersangka itu AM selaku kuasa pengguna anggaran, YS selaku pejabat pembuat komitmen, dan RSM selaku kepala unit layanan pengadaan pada pertengahan Desember 2021 lalu.
Saat itu Kejari Kota Tangerang hanya melakukan penahanan terhadap tersangka RMS. Tersangka YS tidak memenuhi panggilan, sementara AM dalam kondisi sakit. Pada akhir Desember 2021 lalu, Kejari Kota Tangerang melakukan penahanan terhadap tersangka YS dan dititipkan di Rutan Polres Metro Kota Tangerang.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here