“Penilaiannya dilihat dari peranan pemuda berpartisipasi, dalam program kegiatan yang akan dilaksanakan OPD terkait, kalau pendidikan berarti ke sekolah, lalu kesehatan. Kemudian, tenaga kerja seperti ikut pelatihan dan lain sebagainya, mereka harus punya peran,” ucapnya.
Kata Anas, IPP ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pemuda dan kontribusi mereka, dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Caranya dengan mengukur berbagai dimensi yang relevan, seperti pada kualitas hidup, peluang, dan partisipasi pemuda dalam pembangunan.
“Karena pemuda ini merupakan pelopor bagi kemajuan suatu daerah, maka harus dilibatkan dalam setiap program yang sejalan dengan pembangunan daerah,” tuturnya.
BACA JUGA: Memasuki 100 Hari Masa Kerja, Pembentukan Satgas Jadi Sorotan
Anas mengatakan, manfaat adanya IPP ini yakni dapat menjadi acuan bagi kebijakan dan strategi pembangunan pemuda di Indonesia, serta dapat mendukung koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan kepemudaan.

















