Home TANGERANG HUB Ban Vulkanisir, Abaikan Alat Kedaruratan

Ban Vulkanisir, Abaikan Alat Kedaruratan

0
SHARE

CIPUTAT-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel melakukan pemeriksaan alat kelengkapan bus di dua pool. Hasilnya, beberapa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bermasalah. Karena, tidak melengkapi armadanya dengan alat kedaruratan. Inspeksi keselamatan atau ramp check dilakukan Dishub di Pool Rosalia Indah dan Primajasa di kawasan Ciputat, Rabu (24/5). Kabid Pengawasan Pengendalian Operasional pada Dishub Kota Tangsel Wijaya Kusuma mengatakan, ramp check dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik saat Lebaran.

“Untuk menekan risiko terjadinya kecelakaan, kita melakukan ramp check ke tiap pool bus yang ada di Kota Tangsel,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres. Wijaya menambahkan, pemeriksaan kelaikan jalan kendaraan dilakukan mulai tanggal 22 Mei sampai 24 Juni. Kegiatan ini difokuskan pada tiga unsur yakni, administrasi, teknis utama dan teknis penunjang. Unsur administrasi meliputi SIM umum, surat tanda uji kelaikan (STUK), kartu pengawasan reguler dan kartu pengawasan cadangan. Unsur teknis seperti, sistem penerangan, sistem pengereman, badan kendaraan, ban dan perlengkapan seperti sabuk keselamatan pengemudi.

“Unsur teknis penunjang yang diperiksa adalah pengukur kecepatan , kapasitas tempat duduk dan tangga darurat,” tambahnya. Pria yang biasa disapa Cing Jaya ini menjelaskan, ramp check yang dilakukan di pool bus Rosalia Indah, petugas menemukan beberapa permasalahan. Seperti, bus menggunakan ban bekas yang kondisinya sobek, jumlah seat penumpang melebihi ketentuan, rambu mundur mati dan sebagainya. Bus yang memiliki seat jok melebihi ketentuan kemudian ditilang. “Menguruangi dan menambah jumlah seat jok itu dilarang,” terangnya.

PO Rosalia Indah melayani penumpang jurasan Jakarta–Madiun, Surabaya dan Yogjakarta. Kepala Pool Bus Rosalia Indah Ciputat Ahmad mengatakan, menggunakan ban bekas atau vulkanisir lantaran harganya lebih murah. “Kalau berli baru hanyanya Rp 4 juta tapi, ban vulkanisir hanya Rp 1,5 juta per ban,” katanya.

Di Pool Bus Primajasa, petugas menemukan bus yang menggunakan ban vulkanisir. Pengelola Pool Bus Primajasa Ciputat Lala Sawala mengatakan, akan mengganti ban vulkanisir itu dengan yang baru. “Kita pakai ban vulkanisir karena harganya sangat murah,” jelasnya. Di tempat ini petugas juga menemukan satu baut roda ban belakang tidak ada, palu pemecah kaca tidak ada dan sejumlah pelanggaran lainnya. Kondisi ini sering menjadi pemicu kecelakaan bus. Lala menambahkan, telah mendapat rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel untuk segera melengkapi catatan yang diberikan. Kami akan mengikuti apapun yang diperintah pemerintah,” tambahnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here