Home BISNIS Daya Beli Masyarakat Tinggi, Diincar Investor Pusat Perbelanjaan

Daya Beli Masyarakat Tinggi, Diincar Investor Pusat Perbelanjaan

0
SHARE

Seiring peningkatan daya beli masyarakat Kota Pudak, sektor perdagangan makin berkembang. Itu membuat pengembang pusat perbelanjaan makin melirik Gresik. Saat ini mal baru di depan kantor Pemkab Gresik masih dibangun. Selain itu, satu pusat perdagangan ritel baru bakal berdiri di kawasan Perumahan GKB.

Kabid Pelayanan Tata Ruang, Bangunan, dan Lingkungan Dinas Penanaman Modal (DPM) dan PTSP Gresik Farida Haznah Ma’ruf Izin mengatakan, izin mendirikan bangunan (IMB) mal baru tersebut telah selesai. Bahkan, lanjut dia, area bisnis itu juga dilengkapi sebuah hotel. ’’Investasi di atas Rp 400 miliar dengan luas total sekitar 1 hektare,” katanya.

Menurut Farida, investor pusat perbelanjaan masih melirik Gresik. Salah satu alasannya adalah tingginya penghasilan masyarakat Kota Pudak. Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos, sejumlah lokasi lain juga direncanakan dibangun mal. Di antaranya, kawasan industri JIIPE dan Kota Baru Driyorejo (KBD). Desain pusat perbelanjaan kawasan yang dikelola PT AKR LAND dan Perumnas sudah ada. Namun, berkas IMB belum masuk.

General Manager (GM) PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP), pengembang Icon Mall, Ryan Sudrajat menjelaskan, pelaku jual beli fashion paling antusias membidik mal di Gresik. Kenaikan UMK menjadi alasan kuat. Gaya hidup juga mendukung masuknya investor. ’’Kami memiliki luas mal 33 ribu meter persegi. Nah, mayoritas tenant menjual fashion,’’ tuturnya.

Lelaki asal Jakarta itu menyebutkan, area penjualan pakaian mencapai 20 persen dari total luas kawasan pusat perbelanjaan yang berada di depan kantor Pemkab Gresik itu. Ryan menambahkan, pihaknya sering berkomunikasi dengan para pemilik tenant. Mayoritas mereka adalah pengusaha yang sudah menyurvei Gresik sebelum masuk. Menurut mereka, minat masyarakat terhadap jenis pakaian sudah bergeser. Mereka cenderung gandrung pada fashion kelas menengah ke atas. Harga minimalnya Rp 500 ribu.

Ryan mencatat, bisnis pusat perbelanjaan tahun ini lebih prospektif. Ada kenaikan jumlah tenant yang masuk jika dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan mencapai 20 persen. ’’Tahun ini ada sekitar 15 tenant masuk. Tak hanya fashion, banyak juga yang berjualan makanan. Minat pebisnis hiburan juga masih tinggi,” paparnya. (hen/c7/dio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here