Home TANGERANG HUB Airin: Siswa Kena Narkoba Karena Teman

Airin: Siswa Kena Narkoba Karena Teman

1
SHARE
FOTO BERSAMA: Pengurus dan anggota Saka Anti-Narkoba foto bersama Walikota Airin Rachmi Diany, usai pelantikan, Selasa (6/11). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Kota Tangsel belum bebas Narkoba. Bahaya barang haram ini, masih saja menjerat sejumlah siswa di sekolah. Menurut Walikota Airin Rachmi Diany, siswa yang memakain Narkoba berawal dari salah gaul. Karena mengikuti ajakan teman maka, siswa itu menjadi pecandu Narkoba.

Hal ini dikatakan Airin saat mengikuti pelantikan Satuan Karya Pramuka (Saka) Anti-Narkoba, di Aula Blandong Pusat Pemerintaha Kota Tangsel, di Ciputat, kemarin. Pelantikan pengurus Saka Anti-Narkoba Kwarcab Kota Tangsel ini, merupakan yang kedua kalinya.

Kepala BNNK Tangsel yang sekaligus Ketua Saka Anti Narkoba AKBP Stince Djonso mengatakan, melalui saka anti narkoba, para pemuda diharapkan bisa terhindar dari bahaya narkoba.

“Saka Anti-Narkiba ini pertama di Indonesia dan diprakarsai Pemkot Tangsel bersama BNN, serta pramuka,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (6/11).

Pembentukan Saka Anti-Narkoba tersebut untuk memberikan keterampilan pengetahuan kepada anggota untuk menolak Narkoba, sehingga bisa menghindari dan menjaga diri dari pengaruh negatif narkoba.

Diharapakn anak-anak dapat menjadi motor penggerak di lingkungan untuk pengaruhi teman-temanya untuk jauhi dan jaga diri dari bahaya narkoba.

“Di saka anti narkoba itu ada tiga krida, yakni, pencegahan ddan pemberdayaan masyarakat (P2M), krida rehabilitasi dan krida interdiksi atau pemberantasan di BNN,” tambahnya.

Anggota saka anti narkoba merupakan perwakilan dari sekolah-sekolah yang sebelum dilantik telah dilakukan seleksi.

Anggota dan pengurus yang dilantik ada 75 orang. “Yang pertama kita lakukan di Tandon Ciater dengan jumlah saka anti narkoba sebanyak 100 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, saka anti narkoba kwartir cabang Tangsel pertama di Indonesia. Bahaya narkoba sudah sangat luar biasa dan sampai pada anak-anak.

“Survey dan yang dilakukan BNN Tangsel ke sekolah, rata-rata anak-anak yang pakai narkoba awalnya diajak, ditawari teman dan kalau ga mau ga enak sama teman,” ujarnya.

Airin menambahkan, dengan adanya saka tersebut maka akan masuk ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi dengan cara kepramukaannya. Bagaimana pola pendekataan dengan anak-anak jaman sekarang beda saat kita masih muda.

“Anak-anak ini akan jadi contoh bagi kawan-kawan agar tidak dan jangan sekali-kali pakai narkoba,” jelasnya.

Dengan pendekatan-pendekatan kepramukaan itu akan jauh lebih diterima untuk pencegahan berhadap anak-anak penggalang, penegak, siaga dan orangtua.

“Orangtua itu harus memberi contoh yang baik bagi anaknya, tapi ada juga orangtua yang menberi contoh tidak baik engan menjadi pengedar narkoba,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Intel BNN Banten Yaya Suryajaya mengatakan, gerakan pramuka dan khusunya saka anti narkoba ini merupakan tanggjng jawab bersama. Ini pertama dan utama yang ada di banten.

“Di Banten baru ada 3 satuan anti narkoba yang sudah berjalan, yakni Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel,” ujarnya.

Yaya menambahkan, saka anti narkkba merupakan kepanjangan tangan BNN dan fungsinya melakukan fungsi pencegahan.
“Digerakan prmauka lebih mudah berikan sosialisasi kepada teman dan lingkungannya,” tuturnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here