Home TANGERANG HUB Musim Hujan, Waspada Penyakit Menular

Musim Hujan, Waspada Penyakit Menular

1
SHARE
PERIKSA: Seorang dokter sedang memeriksa pasien di Puskesmas Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/11). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

MAUK – Hujan sudah mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Tangerang. Selain dapat mengakibatkan banjir, musim hujan juga bisa menyebabkan penyakit menular, diantaranya influenza, diare, tipes, leptospirosis dan DBD.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Mauk, dr Muhamad Faridzi Fikri, kepada Tangerang Ekspres, Jumat (9/11). Sebab, ia mengungkapkan, data statistik pasien penyakit-penyakit tersebut meningkat saat musim hujan.

“Yang jelas jumlah pasien penyakit-penyakit tersebut bisa meningkat  secara signifikan, walaupun belum bisa saya rincikan,” kata pria yang akrab disapa dokter Farid ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, penularan penyakit DBD bisa disebabkan dari nyamuk aedes aegypti yang berada digenangan sisa air hujan. Kemudian, diare, tipes dan leptospirosis, bisa diakibatkan dari air yang kurang higienis.

Dalam mencegah penularan penyakit-penyakit tersebut, ia menghimbau, masyarakat dapat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Secara spesifik, jelasnya, kalau mencegah penyakit DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kemudian, kalau mencegah leptospirosis dengan pemberantasan tikus. Lalu, menutup makanan agar tidak terkena kencing dan kotoran tikus, serta menyimpan perlengkapan makan di tempat tertutup.

“Tidak kalah penting, masyarakat harus meningkatkan daya tahan tubuh, karena sebagian penyakit tersebut diakibatkan karena virus. Jadi, kalau daya tahan tubuh kuat, maka tidak mudah terserang virus,” jelasnya.

Selain ini, ia meminta masyarakat agar rajin menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas dan menghindari gigitan nyamuk dengan memakai kelambu dan obat anti nyamuk pada saat tidur.

“Saat ini, berdasarkan data yang kami punya, bahwa data pasien tertinggi masih dididominasi penderita penyakit ISPA,” ungkapnya.

Sementara itu, Wardi, salah seorang warga MAUK, mengaku sudah tiga hari ini mengalami sakit demam tinggi yang disertai influenza. Ia belum bisa memprediksi penyakit yang dideritanya ini.

Kata Wardi, ia terpaksa berobat ke Puskesmas Mauk karena kondisi badannya yang kini tak lagi bersahabat. Bahkan sudah beberapa hari ini tukang ojek pangkalan ini, tidak lagi mengais rezeki karena alasesan faktor kesehatan.

“Boro-boro mau ngojek, badan saya rasanya tidak enak semua. Panas dan influenza benar-benar saya rasakan,” tegas Wardi, yang mengaku tinggal menunggu giliran untuk diperiksa oleh dokter. (mg-2/mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here