Home BISNIS Festival Handycraft 2018, Perajin Handycraft Pamer Karya

Festival Handycraft 2018, Perajin Handycraft Pamer Karya

1
SHARE
MENATA KARYA: Pelaku UMKM menata karya kerajinan tangannya di stan pameran festival handycraft di Mal Teraskota BSD City, Serpong, Kota Tangsel. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Sebanyak 20 perajin handycraft atau kerajinan tangan, pamer karya di Mal Teraskota, BSD City, Jumat (21/12). Para seniman kreatif ini, berasal dari 7 kecamatan di Kota tangsel. Mereka memamerkan karya seninya dalam Festival Handycraft 2018 Kota Tangsel.

Acara yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Tangsel tersebut berlangsung satu hari. Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel Judianto mengatakan, festival tersebut dalam rangka memamerkan hasil kerajinan tangan yang dibuat pelaku UKM yang telah dibina sejak ekonomi kreatif ada di Dinas Pariwisata.

“Dinas Pariwisata menaungi pembinaan ekonomoki kreatif, habis dibina kita siapkan panggung untuk memasarkan produk-produknya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (21/12).

Judianto menambahkan, yang dibina adalah pelaku handycraft, seperti kloting, pakaian dan yang ikut festival hanya sebagian saja. Pembinaan yang dilakukan Dinas Pariwisata mulai dari pembinaan produk, kemasan, pemasaran dan lainnya. “Yang ikut festival hanya 20 pelaku UKM dan produknya craft,” tambahnya.

Masih menurut Judianto, festival tersebut untuk memperkenalkan handycraft kepada masyarakat. Khususnya yang berkunjung ke Mal Teraskota.

“Tak hanya jadi ajang memasarkan handycraft saja tapi, juga bisa jadi tempat belajar dengan melihat produk dari stand lain,” jelasnya.

Pantauan Tangerang Ekspres di lokasi, festival tersebut diikuti oleh UKM dengan menjajakan produk hasil olahan tangan. Seperti, batik, sepatu, aksesori wanita, bunga dan lainnya.

Salah satu peserta festival handycraft adalah Yudi. Ia merupakan pemilik Ladifa Collection yang memprodukasi aksesori handmade atau craft.

“Yang saya pamerkan mulai dari gelang, kalung, bros, cincin semunya terbuat dari batu yang berasal dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Yudi menambahkan, handycraft yang dipamerkan semua adalah buatan sendiri dan menggunakan tanggan. Untuk mendapatkanya harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu,” jelasnya.

Festival Handycraft tak hanya diikuti peserta dari Tangsel saja tapi, dari Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak. Sarman merupakan peserta yang ikut meramaikan festival dengan memamerkan kerajinan tangan seperti, tenun Baduy, sleyer, kain tenun, tas koja, silikon dan lainnya.

“Kerajinan tangan yang saya jual semua tentang Baduy, harga yang saya tawarkan dari Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu,” singkatnya. (bud/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here