Home BISNIS Waspadai Kenaikan Harga Beras

Waspadai Kenaikan Harga Beras

0
SHARE
TELUR AYAM NAIK: Menjelang Tahun baru 2019, beberapa harga komoditas pangan di Indonesia melonjak tajam, salah satunya adalah telur ayam. FOTO: Ilustrasi

Jakarta– Pemerintah mengaku bakal mewaspadai kenaikan harga beras di 18 provinsi menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Provinsi-provinsi tersebut merupakan wilayah-wilayah yang kerap mengalami kenaikan permintaan beras yang signifikan menjelang akhir tahun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merinci, beberapa provinsi tersebut, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, wilayah Indonesia timur seperti Papua, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara juga tak luput dari pantauan.

“Biasanya, tahun ke tahun mereka yang berlibur dan merayakan Natal, kecenderungan demand-nya meningkat,” ujar Enggar di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga beras di beberapa lokasi sudah mengalami kenaikan saat Natal dan tahun baru. Oleh karenanya, ia meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk melakukan operasi pasar lebih intensif.

Darmin menyebut kenaikan harga ini sebenarnya masih dalam batas yang bisa diantisipasi. Namun, ada potensi ongkos logistik juga akan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Darmin pun mengaku telah meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar mengawasi kenaikan tarif ongkos logistik. Selain itu, ia juga berharap ongkos logistik beras jangan membebani Harga Pokok Pembelian (HPP) beras yang diserap oleh Bulog.

HPP sendiri tercantum di dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015, di mana Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dipatok Rp3.700 per kilogram (kg). “Namun dilihat dengan HPP, saat ini harga logistik masih masuk kok,” imbuh dia.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), rata-rata harga beras medium saat ini di kisaran Rp11.850 per kilogram (kg). Angka ini perlahan turun dari rata-rata harga beras awal tahun ini yang mencapai Rp11.950 per kg, namun angka ini masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium adalah Rp9.450 per kg hingga Rp10.250 per kg.

Sementara itu, hasil survei pemantauan harga Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi hingga pekan ketiga Desember sebesar 0,4 persen. Sementara secara tahunan, inflasi mencapai 3,01 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan secara keseluruhan harga barang dan jasa pada bulan ini cukup rendah. Meski ada kenaikan harga pada sejumlah barang pangan, kenaikannya menurut Perry, masih terkendali dan wajar.

“Ini mengkonfirmasi bahwa inflasi akhir tahun akan dibawah 3,2 persen,” terang Perry.

Proyeksi inflasi BI tahun ini tersebut lebih rendah dari proyeksi awal yang mencapai 3,5 persen.

Selain inflasi yang terkendali, nilai tukar rupiah, menurut dia, juga terpantau stabil, dengan kecenderungan menguat.

Sementara itu, berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pangan (SP2KP) yang dikutip dari laman Info Pangan Jakarta, Selasa, (25/12), di hari Natal dan jelang Tahun baru 2019, beberapa harga komoditas pangan di Indonesia melonjak tajam, tetapi ada beberapa pula harga pangan yang menurun.

Dilihat dari harga, sejumlah komoditas pangan melonjak naik sejak awal Desember. Harga komoditas pangan yang merangkak naik yaitu telur ayam ras naik dengan harga Rp7.323 menjadi Rp33.671 per kg. (rep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here