Home BANTEN Tol Serang-Panimbang 2020 Dioperasikan

Tol Serang-Panimbang 2020 Dioperasikan

0
SHARE
Tol Serang-Panimbang untuk seksi Serang-Rangkasbitung ditarget bisa dioperasikan pada awal 2020. FOTO: Qodrat/Radar Banten

SERANG-Ruas Tol Serang-Panimbang pada pembangunan seksi I dari Serang hingga Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer ditargetkan bisa digunakan pada Februari 2020. PT Wika Tol Serang-Panimbang (WSP) tengah mengerjakan seksi I pembangunan tol itu yang ditargetkan rampung pada Desember 2019.

“Jadi belum full sampai Panimbang,” kata Direktur Utama PT WSP, Mulyana saat ditemui wartawan di kantornya, Kalodran, Kota Serang, Selasa (8/1). Menurut dia, pengoperasian Tol Serang-Panimbang dari Serang hingga Rangkasbitung itu dilakukan sembari menunggu pembangunan tol itu rampung semua. “Kan enggak mungkin kita nunggu sampai tol selesai semuanya dibangun. Kenapa nggak dimanfaatkan (dibuka) dulu?” ujarnya.

Manajer Operasional PT WSP, Muhamad Ali mengatakan progres pembangunan Tol Serang-Panimpang hingga November 2018 sudah mencapai 25,66 persen dari panjang lintasan 26,5 kilometer pada seksi I atau 13,38 persen dari panjang lintasan pada seksi I dan II yang menjadi bagian BUJT sepanjang 50,6 kilometer.

Menurut dia, pembangunan Tol Serang-Panimbang pada 2018 terkendala pembebasan tanah. Selain itu juga banyak tanah yang tergenang air. Untuk tanah yang tergenang air, kata dia, pihaknya akan memasang tiang (pile slab). Meski begitu, kata Ali, pihaknya tetap menargetkan pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi I dari Serang hingga Rangkasbitung selesai pada Desember 2019.

Sementara untuk pembangunan dari Rangkasbitung menuju Panimbang, pihaknya masih menunggu pembangunan seksi III yang merupakan porsi pemerintah, yakni sepanjang 33 kilometer.

“Kewajiban kita kan dari Serang-Cileles (seksi I dan II), sisanya Cileles-Panimbang sepanjang 33 kilometer itu porsi pemerintah. Sekarang mereka lagi mencari kontraktor dan loan (pinjaman dana),” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan membuat jalan layang pada pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi I yang melintasi perlintasan kereta api. “Tadinya mau bikin underpass, tapi karena konstruksi tanahnya jelek, makanya kita buat jalan layang,” katanya.

Sementara itu, Manajer lahan PT WSP, Rendy Daiandika mengatakan pembebasan tanah untuk pembangunan Tol Serang-Panimbang di Kota dan Kabupaten Serang kebanyakan sudah dilakukan. Sejumlah tanah yang merupakan hasil putusan pengadilan tinggal dibayarkan. “Kota dan Kabupaten Serang yang meliputi sembilan desa hampir 100 persen beres,” katanya.

Meski begitu, pihaknya masih menemui kendala pembebasan tanah di Kabupaten Lebak, tepatnya di Desa Bojong Cae, Cisangu, dan Kadu Agung Tengah dengan total yang belum dibebaskan sebanyak 27 bidang (persil). “Lahan (tanah) yang belum dibebaskan itu merupakan lahan kas desa, sekolah dan lahan wakaf ataupun pemakaman. Tapi kita targetkan lahan itu bisa selesai di Februari 2019 agar target penyelesaian konstruksi seksi I  bisa selesai,” katanya.

Menurut Rendy, secara total, pembebasan tanah Tol Serang-Panimbang sudah mencapai 96 persen dengan total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp1 triliun. “Untuk yang 4 persen kita selesaikan pada awal tahun ini,” katanya. (tb/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here