Home TANGERANG HUB BRT Gagal Lelang

BRT Gagal Lelang

1
SHARE

TANGERANG – Pengguna bus Tayo harus bersabar. Lantaran armada tersebut belum bisa beroperasi dalam waktu dekat seperti yang dijanjikan pemkot Tangerang.

Ujung persoalan ini disebabkan minimnya minat perusahaan untuk menjadi pengelola BRT. Pada proses lelang yang dibuka sejak awal Januari hingga sekarang, baru satu perusahaan yang mendaftar. Sudah dipastikan lelang BRT gagal total.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Saeful Rohman, sampai saat ini proses lelang untuk BRT mengalami kendala. Dari awal dibuka lelang sampai saat ini hanya 1 perusahaan saja yang mendaftar dan itu tidak bisa masuk dalam proses lelang.

“Masalahnya di proses lelang, dari awal dibuka untuk lelang baru hanya 1 perusahaan saja. Harusnya untuk proses lelang minimal 2 sampai 3 perusahaan. Kalau hanya 1 perusahaan maka kita akan menunggu perusahaan lain untuk mendaftar mengikuti seleksi lelang operator BRT,”ujarnya.

Saeful menjelaskan, proses lelang sudah dua kali, tapi belum juga beres. Akibatnya BRT yang menjadi primadona Kota Tangerang itu tak bisa mengangkut penumpang. Hal tersebut memang menjadi prosedur yang berlaku karena harus melalui proses lelang.

“Setelah lelang sudah kelar, baru bisa beroperasi. Jadi kami meminta kepada masyarakat untuk bisa bersabar sampai proses lelang tersebut selesai,”ungkapnya.

Saeful mengatakan, mengenai rincian masalah yang terjadi. Dirinya menerangkan proses lelang dilakukan tahap pertama hanya diikuti oleh satu operator saja.

“Makanya itu belum final, karena seharunya dilakukan minimal oleh dua operator saat lelang. Lelang kedua juga gagal, ada dua operator bus yang ikut, tapi tidak memenuhi persyaratan,”tuturnya.

Saeful mengaku, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kepala Pengadaan Barang Pemkot Tangerang agar persoalan ini tidak berlarut – larut. Pasalnya proses lelang sebenarnya ditargetkan sepekan rampung, namun pada kenyataannya melebihi masa waktu.

“BRT mulai tidak beroperasi dari tanggal 2 Januari. Target tanggal 9 ini sebenarnya selesai. Semoga pekan depan sudah beres proses lelang, agar BRT bisa beroperasi,” paparnya.

Masih dikatakan Saeful, belum diketahui pasti terkait minimnya peminat perusahaan untuk mengelola BRT. Padahal  pemkot sudah menganggarkan Rp 12 miliar untuk operasional BRT selama setahun. Anggaran tersebut sudah tertulis dalam APBD untuk dua koridor, masing-masing koridor I Rp 6,1 miliar dan kordior II Rp 6,05 miliar. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here