Home TANGERANG HUB Aksi Nyata Karang Taruna Setu, Sulap Garasi Mobil Jadi Taman Baca

Aksi Nyata Karang Taruna Setu, Sulap Garasi Mobil Jadi Taman Baca

1
SHARE
BAGIKAN: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany membagikan buku bacaan kepada anak-anak seusai [eresmian Taman Baca Pustaka Bangkit Bersama di Setu, Minggu (20/1). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

SETU-Karang Taruna Bangkit Bersama 03 Kelurahan Setu, Kecamatan Setu membuktikan eksistensinya. Dengan menggandeng Komunitas Gerbang Pustaka menyulap garasi mobil menjadi taman bacaan.

Taman bacaan itu, diberi nama “Taman Baca Pustaka Bangkit Bersama” yang berasi di Gang HM. Sarat, Kampung Muncul RT 11/3, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu. Peresmian taman baca tersebut dilakukan oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Minggu (20/1).

Wakil Ketua Karang Taruna Bangkit Bersama 03, Rahmad Fauzi, mengatakan, saat ini jarang ada warga yang merelakan tempatnya untuk dijadikan kegiatan sosial.

“Taman bacaan ini metempati garasi mobil milik warga dan terlaksana berkat kolaborasi antara Karang Taruna dengan komunitas Gerbang Pustaka,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (20/1).

Fauzi beraharap dengan adanya taman bacaan tersebut bisa meningkatkan minat baca masyarakat dan terutama anak-anak. “Sehingga masyarakat Kota Tangsel bisa cerdas modern dan religius,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Gerbang Pustaka, Bashar Maulana mengatakan, sesuatu besar harus dikesankan besar juga biar hasilnya jadi besar. Latar belakang beridirnya taman bacaan tersebut adalah soal perintah ibadah pertama itu merupakan iqro (baca) dan bukan Salat.

“Selain itu berdasarkan hasil survei Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara partisipan baca,” ujarnya.

Bashar menambahkan,di negara Finlandia minat baca tertinggi di dunia dan tiap wilalayah punya perpustakaan serta termasuk di mal. Lokasi taman bacaan menempati garasi mobil milik Oom Bobot dan kita dipersilahkan untuk memanfaatkannya.

“Saya berharap tahan baca ini menjadi penggerak anak muda yang belum punya acara kontinyu tiap tahun. Supaya mereka bisa mendidik, dan kembangkan wilayahnya,” tambahnya.

Masih menurutnya, komunitas Gerbang Pustaka adalah bentukan alumni ke 17 dari Pesantren Darul Muttaqin yang ada di Jawa Barat. “Anak muda harus bergerak untuk masyarakat dan jangan hanya acara 17 saja dan tiap hari harus ajari anak-anak. Anak muda adalah tulang punggung negara,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, taman baca merukana kegiatan yang sangat membantu Pemkot Tangsel salah satu untuk wujudkan moto cerdas. “Saya berharap dengan adanya taman baca ini jadi ada alternatif pilihan bagi anak-anak untuk tingkatkan kemampuan untuk ilmu pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya.

Airin menuntut kepada Karang Taruna Bangkit Bersama dan Gerbang Pustaka agar melakukan inovasi. Paling gampang membangun Ttaman baca tapi, paling sulit menjalankan itu semua.

“Inovasi dan kreatifitas harus dilakukan, tantangan sata ini banyak anak-anak yang lebih memilih pakai internet di smarphone,” tambahnya.

Masih menurutnya, yang dibutuhkan adalah interaksi, dengan anak membaca langsung maka efek negatif terhadpa teknologi akan berkurang termasuk radiasi. Mereka pasti akan berinteraksi dengan orang lain dan termasuk teman-temannya.

Kunci kesuksesan dimulai dari niat baik dan kekompakan taman baca sendiri, salah satunya mengupdate buku-buku yang ada. Jika masyarakat datang tapi bukunya itu-itu terus maka akan bosan. Fokus untuk anak dan orangtua juga perlu. Anak diantar oleh ibu atau bapaknya, maka mereka bisa dibuatkan pelatihan tertentu sehingga juga punya pengalaman. “Kalau taman baca tidak punya inovasi akan tutup dalam 3 bulan,” tuturnya. (bud).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here