Home PENDIDIKAN STTM Muhammadiyah Terus Berinovasi

STTM Muhammadiyah Terus Berinovasi

0
SHARE
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Mahasiswa STTM Muhammadiyah Tangerang memanfaatkan teknologi dalam perkuliahannya. FOTO: Dok. Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Perkembangan teknologi di dunia berkembang semakin pesat. Jika tak mampu mengimbanginya, maka akan jauh tertinggal oleh orang lain. Hal tersebut yang diungkapkan Bunyamin, Wakil Ketua 3, Bidang Kemahasiswaan, Sekolah Tinggi Teknologi Mutu (STTM) Muhammadiyah Tangerang, kepada rekan-rekan media.

Kata Bunyamin, perguruan tinggi di Indonesia harus menyikapi perkembangan teknologi yang sangat pesat. Termasuk STTM Muhammadiyah Tangerang yang terus melakukan inovasi, demi meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswanya.

Menurut Wakil Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang ini, negara-negara maju yang selama ini menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sudah menyadari adanya perubahan akibat perkembangan teknologi yang cenderung disruptif.

“Perubahan disruptif, yakni menjungkirbalikkan sistem yang berlaku, hingga akhirnya terjadi perubahan mendasar tak boleh diabaikan. Artinya, perguruan tinggi pun tak lepas dari ancaman bila tidak segera melakukan perubahan dan menyesuaikan peranannya di dunia pendidikan,” kata Bunyamin, belum lama ini.

Bunyamin menjelaskan, saat ini dunia global tengah memasuki revolusi industri. Dia menambahkan, perubahan itu tidak bisa dipisahkan dengan pergeseran perilaku masyarakat yang kian adaptif dengan perkembangan teknologi. Karena itu, sambung Bunyamin, perguruan tinggi harus bisa mengantisipasinya.

“Dalam hal ini bagaimana mempersiapkan langkah untuk merespons tantangan dalam memosisikan dirinya sebagai penyedia jasa layanan pendidikan tinggi. Inilah yang harusnya dipersiapkan sejak dini,” ujar Bunyamin.

Menurut mantan Camat Jayanti ini memaparkan, perguruan tinggi harus lebih responsif dan cepat beradaptasi terhadap perubahan yang ada. “Perguruan tinggi harusnya bisa secara dini mengindentifikasi tantangan yang akan mereka hadapi di masa mendatang. Setidaknya diperlukan proyeksi jangka panjang, 15-30 tahun ke depan untuk mencermati perubahan perilaku masyarakat,” papar Bunyamin. (jpnn/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here