Home TANGERANG HUB Mulyadi Saputra, Beternak Cupang untuk Usir Nyamuk DBD

Mulyadi Saputra, Beternak Cupang untuk Usir Nyamuk DBD

106
1
SHARE
PEMBUNUH JENTIK: Mulyadi Saputra menunjukkan ikan cupang hasil miliknya di Cireundeu, Kota Tangsel, Senin (11/2). Ikan cupang bisa dijadikan cara untuk membunuh jentik nyamuk. FOTO: Khanif Lutfi/FIN

Memelihara ikan cupang menjadi penopang hidup Mulyadi Saputra. Sudah ratusan ekor ikan ia hasilkan. Sejak demam berdarah dengue (DBD) makin mengkhawatirkan, ia berubah pikiran. Tak lagi sepenuhnya memikirkan keuntungan. Beramal dengan membantu tetangganya menjadi tujuan utamanya. Ratusan ekor ikan cupang miliknya ia bagikan gratis kepada tetangganya, untuk mengusir nyamuk DBD.

KHANIF LUTFI-Cireundeu,Kota Tangsel

Sudah ratusan orang meninggal dunia. Bagi warga DBD menjadi momok yang sangat menakutkan. Selain fogging, ada cara yang lebih efektif untuk mengusir nyamuk aedes aegypti, penyebab DBD. Yakni memelihara ikan cupang. Seperti yang dilakukan pemuda ini. Ratusan ekor ikan cupang yang diternaknya, dibagikan gratis ke tetangganya. Agar, DBD tak menyerang kampungnya. Cuaca di Kelurahan Cireundeu, Kota Tangsel, kemarin (11/2) agak mendung. Mulyadi Saputra terlihat sedang membersihkan belasan kolam miliknya. Eceng gondok yang sudah terlihat besar dipotong. Sementara yang kecil ia pilah. Sebagian daun yang terlihat tua digunting. Di kolam inilah ia beternak ikan cupang. Ikan kecil yang ganas saat bertarung.

Medianya juga sederhana. Menggunakan strefoam bekas. Yang dibelinya seharga Rp10 ribu setiap satu kotaknya. Isinya, ada beberapa ikan cupang yang diternak. Ada juga media yang disekat sebagai pemisah ketika ikan sudah agak besar.

 

Keampuhan ikan cupang dalam memberantas nyamuk, terutama DBD bukan cerita khayalan. Mulyadi, sudah membuktikannya. Pria yang akrab disapa Mul ini bercerita. Awalnya tak terpikirkan jika hobi memelihara ikan cupang bisa bermanfaat bagi orang banyak. Ia awalnya, membeli dua ekor cupang hias di toko ikan.

Ikan yang dijadikan indukan tersebut bisa bertelur dan menghasilkan anak cupang mencapai ratusan ekor. Karena keterbatasan tempat, Mulyadi akhirnya memberikan beberapa ikan ke tetangganya. Tetangganya awalnya tak menyadari manfaat ikan cupang. Ikan tersebut oleh tetagganya diletakkan di media bak mandinya. “Jangankan tetangga, saya sendiri juga tidak menyadari kalau di rumah saya tidak ada jentik nyamuk. Tapi, yang sadar pertama adalah tetangga saya. Tetangga saya bilang, jika di rumahnya sangat jarang ada nyamuk,” kata Mulyadi kepada Fajar Indonesia Network, Senin (11/2).

Menyadari manfaat tersebut, Mul akhirnya mulai menambah media kolam untuk beternak cupang. Hanya dalam waktu tiga bulan, ikan yang semula hanya puluhan mencapai ratusan bahkan ribuan ekor. Mul juga kewalahan dalam menampung ikan tersebut akhirnya memberikannya kepada tetangga. Sampai satu RT semua kebagian. Banyak juga dari RT lain yang mendengar cerita cupang mulai berdatangan untuk meminta ikan hias dan aduan tersebut kepadanya.

“Banyak permintaan dari tetangga kampung. Kalau mereka datang saya berikan dua sampai tiga ekor. Saya memintanya untuk meletakkannya di bak mandi dan kolam penampungan air. Dengan harapan memakan jentik nyamuk,” beber pria 31 tahun tersebut.

Saat ini, Mulyadi tengah fokus membibit ikan cupang yang lebih berwarna. Karena selain indah, ikan cupang juga bisa membantu ekonomi keluarganya. Dari penelitian yang pernah diterbitkan Jurnal Sains Nasional Universitas Nusa Bangsa, membandingkan daya predator antara ikan cupang dengan guppy.

Hasilnya, ikan cupang mampu memakan 89 jentik dalam enam jam. Sedangkan guppy hanya 47 jentik dengan waktu yang sama.

Beberapa manfaat itu membuat permintaan ikan berbadan mugil yang masuk keluarga Osphronemidae tak pernah sepi. Inilah yang membuat Mulyadi terus semangat dalam membudidayakan ikan dengan genus betta tersebut. Menurutnya, berbuat baik dan beramal bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya memberikan manfaat bagi orang lain. Pria yang pernah bekerja di Badan Tenaga Atom dan Nuklir Nasional ini berharap, dengan pemberian ikan kepada tetangganya, akan memberantas nyamuk dengan cara yang paling aman. Ketimbang menggunakan obat ataupun fogging.

“Biayanya murah, tapi manfaatnya luar biasa. Semoga saja bisa satu kota. Seperti kemarin, saya hampir ceburkan seluruh ikan cupang ke kolam tetangga. Cara memberantas dengan cara paling alami. Menggunakan cupang sebagai pemberantasnya,” tandasnya. (fin/tgr)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here