Home TANGERANG HUB Setahun, Lima Orang Gila

Setahun, Lima Orang Gila

1
SHARE
JELASKAN: Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial, Asep Sopari (kiri) didampingi stafnya menjelaskan peningkatan jumlah pengidap gangguan jiwa, Selasa (19/2). FOTO: Dwiki Darmawan/Tangerang Ekspres

SERPONG-Pada 2018 jumlah disabilitas jenis gangguan kejiwaan atau mental meningkat. Dalam setahun kemarin, data Dinas Sosial (Dinsos) Mencatat ada lima orang gila baru. Meski tak siginifikan ini menjadi perhatian khusus Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial, Asep Sopari mengatakan, sejak 2017 terdapat peningkatan jumlah disabilitas. “Tercatat di 2017 sampai 2018 terdapat peningkatan jumlah penyandang disabilitas dari 345 orang ke 350 orang yang terbagi di lima jenis disabilitas,” ujarnya

Asep menambahkan, data terbaru di 2018 terjadi peningkatan jumlah pengidap gangguan jiwa di wilayah tangsel dari 61 orang ke 66 orang dalam kurun waktu satu tahun.

“Untuk data yang terkumpul di 2018, jenis gangguan mental sebesar 66 orang, tuna daksa 33 orang, tuna netra 86 orang, tuna rungu wicara 92 orang dan tuna grahita atau down syndrom sebanyak 73 orang tapi, yang jumlahnya terus meningkat adalah jenis gangguan mental,” tambahnya.

Asep juga menjelaskan, peningkatan tersebut diduga akibat gangguan mental yang terjadi karena permasalahan yang muncul di dalam ataupun di luar ruang lingkup keluarga.

“Biasanya untuk pengidap gangguan jiwa sendiri banyak faktor yang menjadi penyebabnya, ada yang sudah bawaan sejak lahir atau karena tekanan yang terjadi di dalam atau luar keluarga yang mengakibatkan jiwanya terganggu,” jelasnya.

Banyaknya jumlah disabilitas mental di wilayah Tangsel tentunya hal tersebut di antisipasi Dinsos dengan menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi untuk membantu membina dan memberikan perlindungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena kasus gangguan jiwa paling banyak peningkatan dari sekian penyandang difabel yang ada tentunya kami antisipasi dengan menjalin kerjasama dengan RS Marzuki Mahdi Bogor untuk penanganan secara medis karena kami tidak bisa bertindak sendiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Asep juga mengimbau, agar masyarakat dapat lebih waspada dan melaporkan jika menemui seseorang mengidap gangguan jiwa di wilayah Tangsel kepada Dinsos.

“Jika menemui ada orang gangguan jiwa di wilayah Tangsel cepat laporkan ke kami, nanti akan kami bina dan kami beri perlindungan dan saya juga berharap walapun terdapat kekurangan fisik dan mental mari kita hargai dan hormati karena mereka juga mahluk ciptaan tuhan,” harapnya. (mg-4/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here