Home TANGERANG HUB Konsumsi Ikan Capai 46.080 Ton Per Tahun

Konsumsi Ikan Capai 46.080 Ton Per Tahun

1
SHARE
SAMBUTAN: Walikota Airin Rachmi Diany memberikan sambutan dalam pelatihan budi daya lele, kemarin. FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Kebutuhan ikan di Kota Tangsel cukup tinggi. Angkanya mencapai 46.080 ton per tahun. Data ini, berdasarkan sensus BPS 2017.

Kepala DKP3 Kota Tangsel Nur Selamet mengatakan, dengan jumlah penduduk Tangsel sekitar 1,5 juta jiwa angka konsumsi ikan sekitar 30,72 kilogram per kapita per tahun. Maka, setiap tahun dibutuhkan sekitar 46.080 ton ikan. “Ini adalah data sensus 2017,” tambahnya.

Masih menurutnya, hal tersebut menjadi potensi pasar yang besar untuk menyalurkan hasil budi daya perikanan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pembudidaya ikan di Tangsel. Produksi ikan di Tangsel pada 2018 sebesar 351,3 ton. Produksi tersebut mengalami kenaikan sebesar 80 persen dari sebelumnya sebesar 194,9 ton pada 2017.

“Produksi ini hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di Tangsel sebesar dua persen. Selebihnya harus mendatangkan dari daerah lain,” jelasnya.

Peningkatan produksi perikanan yang terjadi 2018 tidak lepas dari upaya pemberian stimulus melalui pelatihan budidaya perikanan. Ada 58 kelompok pembudidaya ikan konsumsi yang dibina di Tangsel sepanjang 2018.

Ada beberapa permasalahan yang sering dihadapi kelompok pembudidaya ikan, seperti semakin berkurangnya lahan untuk budidaya ikan.

Sehingga dibutuhkan teknologi yang bisa diterapkan masyarakat, baik dalam kuantitas maupun kualitas, sehingga dengan keterbatasan lahan tapi, tetap bisa menbingkatkan produksi dan produktivitas perikanan.

“Dengan produksi yang meningkat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan,” ungkapnya.

Nur Selamet menjelaskan, permasalahan berikutnya adalaha ketidakstabilan pasar dan haraga ikan. Untuk itu diperlukan kerja sama antar-kelompok dalam upaya meningkatkan daya saing produk perikanan dengan kualitas dan kuantitas yang baik.

“Setelah pelatihan ini peserta diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas budidaya ikannya dengan maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, Tangsel merupakan potensi pasar yang cukup besar untuk menyalurkan budidaya perikanan yang dilakukan kelompok-kelompok pembudidaya ikan.

“Pasar ikan di Tangsel sangat bagus, jadi bisnis ini cukup menjanjikan,” ujarnya.

Airin menambahkan, pelatihan budidaya ikan dilakukan agar masyarakat memiliki keterampilan melakukan usaha budidaya ikan.

“Saya berharap masyarakat dan kelompok-kelompok pembudidaya ikan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas budidaya ikannya dengan maksimal,” tambahnya. (bud/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here