Home BANTEN Layanan Center Center 112 Banyak Disalahgunakan

Layanan Center Center 112 Banyak Disalahgunakan

0
SHARE
MENERIMA ADUAN: Para operator Call Center "Serang Siaga 112" tengah menerima aduan dari masyarakat melalui nomor tunggal panggilan darurat 112, Selasa (12/3). FOTO: Andi Suhandi/Banten Ekspres

SERANG-Sejak diresmikannya layanan Kegawatdaruratan Call Center “Serang Siaga 112” pada 11 Februari lalu, sudah menerima panggilan dari masyarakat sebanyak 53.794. Namun, dari jumlah tersebut, lebih banyak disalahgunakan atau hanya sekedar iseng, tidak dimanfaatkan secara bijak.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, sejak diresmikannya beberapa waktu lalu, memang animo atau respon masyarakat terhadap Call Center “Serang Siaga 112” cukup bagus. Hal ini terbukti dari jumlah panggilan sejak diresmikan pada 11 Februari sampai 11 Maret kemarin, sudah ada 53.794 panggilan yang masuk. Akan tetapi, dari jumlah tersebut, hanya 14 laporan panggilan yang normal. Sedangkan sisanya 53.780 disalahgunakan atau iseng.

“Kategori penyalahgunaan ini ada tiga, panggilan terjawab akan tetapi tidak melaporkan hanya iseng, seperti sekedar pengen kenalan sama operator. Kemudian panggilan abandon atau telepon yang terputus, dan satu lagi panggilan Ivr-Prank atau ngerjain,” ungkap Hari, Selasa (12/3).

Namun Hari memaklumi masih banyaknya warga yang belum memanfaatkan layanan ini secara maksimal, karena dibutuhkan edukasi dan sosialisasi yang lebih maksimal lagi agar masyarakat lebih memahaminya. Karena, di negara yang sudah berkembang saja seperti Amerika dan Singapura, dibutuhkan 10 tahun untuk meng-edukasi masyarakatnya kaitan layanan ini. “Panggilan ini kan gratis, mungkin warga belum paham dan coba-coba iseng telepon,” katanya.

Meskipun secara aturan seperti di Permenkominfo nomor 10 tahun 2016 tentang Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat ini ada sanksinya, lebih 5 kali disalahgunakan bisa diblokir sementara nomor yang bersangkutan. Jika melakukan lagi nanti diblokir secara permanen. “Kedepan kita juga akan coba membuat aturannya dalam bentuk perwal,” katanya.

Untuk respon atau service level sendiri 89-91 persen. Artinya, dari ketika ada aduan segera langsung ditangani sesuai aduan yang ada. Untuk operator yang standby sendiri itu ada 3 orang, ditambah 2 supervisor atau pengawas, yang dibagi dalam 3 shift. “Kita juga baru akan melakukan evaluasi setelah 3 bulan,” katanya.

Dikatakan Hari, jika tujuan dibentuknya Kegawatdaruratan Call Center “Serang Siaga 112” sendiri salah satunya dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat untuk menangani keadaan gawat darurat, dengan mengintegrasikan semua layanan telepon aduan dan pemberian informasi gawat darurat kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), intansi terkait lainnya ke dalam sistem layanan “Serang Siaga 112” dapat meningkatkan daerah Kota Serang yang aman dan sejahtera serta melaksanakan salah satu prioritas kebijakan pembangunan dalam 5 tahun kedepan yakni penyelenggaraan pemerintahan yang baik, peningkatan pelayanan publik yang didukung oleh teknologi informasi.

Ia juga menjelaskan, pusat layanan panggilan darurat (emergency call center) adalah pusat layanan informasi yang digunakan untuk menerima dan mengirimkan permintaan pertolongan dalam keadaan darurat melalui jaringan komunikasi. Permintaan pertolongan darurat ini menggunakan nomor tunggal panggilan darurat 112 yakni nomor tunggal yang digunakan untuk keperluan panggilan keadaan kegawatdaruratan.

“Call Center Serang Siaga 112 ini bagian upaya kami dalam optimalisasi pelaksanaan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Serang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Serang melalui sinergitas kompetensi, program dan kegiatan para pihak dengan menerapkan prinsip-prinsip kerja sama yang saling mendukung, dengan memanfaatkan teknologi yang,” katanya.

Kepala bidang Layanan E-Government Diskominfo Kota Serang Tb. Arif Teguh Prihadi mengatakan, dalam rangka pemberian edukasi kepada masyarakat, ke depan pihaknya akan memaksimalkan sosialisasi yang saat ini sudah dilakukan ke setiap kecamatan, dan akan dilanjutkan sampai ke tingkat RT/RW, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan media massa. “Kita akan lakukan edukasi lagi sampai tingkat RT/RW),” katanya.

Disebutkan Teguh dari 53.794 panggilan ini, 35.486 dari 11-28 Februari dengan rincian panggilan terjawab 4.840, panggilan abandon 2.264, dan panggilan IVR-Prank 29.484. Kemudian mulai 1-11 Maret ada 18.308 panggilan dengan rincian 2.855 panggilan terjawab, 15.133 IVR-Prank dan 618 panggilan Abandon. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here