Home TANGERANG HUB Stadion Mini Cikupa Memakan Korban Jiwa

Stadion Mini Cikupa Memakan Korban Jiwa

0
SHARE
ROBOH: Pagar gerbang Stadion Mini Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang roboh dan menimpa Fairus Elbahri, sehingga meninggal dunia. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

CIKUPA – Unit II Kriminal Khusus (Krimsus), Polres Kota Tangerang akan melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP), atas meninggalnya Fairus Elbahri (4) tertimpa pintu pagar gerbang masuk Stadion Mini Cikupa, Kabupaten Tangerang

“Secepatnya akan kita cek ke lokasi, tapi lihat dulu karena masih jaga PAM TPS Pemilu Pileg dan Pilpres 2019,” kata Kanit Krimsus Polresta Tangerang Iptu Iqbal Wirada, Minggu (21/4).

Menurut Iqbal, pihaknya melakukan penyelidikan hal itu, selain untuk memastikan kejadian yang dialami anak dari pasangan Mohamad Romli dengan Tika Hartika, tim Unit Tipikor Krimsus akan mencari tahu penyebabnya.

“Kenapa bisa terjadi seperti itu? Maka kami akan melakukan penyelidikan, sebab akibat kejadian yang mengakibatkan meninggalnya Fairus Elbahri,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pagar pintu gerbang Stadion Mini Cikupa yang dibangun dua tahun yang lalu. Pembangunan stadion mini ini merupakan program Bupati Tangerang pada setiap kecamatan dilakukan pembangunan Stadion Mini.

Fairus yang sedang bermain dengan teman lainnya tiba-tiba, dikagetkan dengan ambruknya pintu gerbang stadion mini tersebut keluar jalur menimpa Fairus, sekitar pukul 17.35 WIB, Kamis (18/4).

Kemudian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Mulia, lantaran tidak diterima, kembali berusaha koban dilarikan ke RS Hospital Ciputra Citra Raya.

Akibat tertimpa besi pagar tersebut luka parah pada sekujur tubuhnya di kepala, kaki dan anggota tubuh lainnya, korban meninggal dunia tak lama setelah kejadian di RS Hospital Ciputra Citra Raya.

Sementara itu, Dedi, Ketua RT 01/01, Kampung Palahlar, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, menuturkan, stadion belum dapat dipergunakan oleh warga sekitar, lantaran jika terjadi hujan dalam lapangan tergenang air hingga banjir. “Paling kami gunakan latihan ringan, ya buat tendang-tendangan aja atau lari-lari saja, itu juga kalau tidak turun hujan,” kata Dedi.

Selama ini, setelah jadi stadion mini sekitar satu tahun yang lalu, hingga kini belum pernah digunakan pertandingan resmi, seperti kompetisi atau yang lainnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here