Home TANGERANG HUB Bazar DKP3 Didik Calon Penggerak Toko Tani

Bazar DKP3 Didik Calon Penggerak Toko Tani

0
SHARE
UNJUK KEAHLIAN: Seorang pedagang ikan menunjukkan keahliannya mengiris ikan disaksikan Walikota Airin Rachmi Diany (tiga dari kanan) dan Kepala DKP3 Nur Slamet (kiri) di sela-sela bazar Ramadan, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DPK3) Kota Tangsel menggelar bazar Ramadan di halaman kantor DPK3. Acara yang dibuka Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany tersebut berlasung dari 15-17 Mei besok. Tidak sekadar menyediakan harga murah, melain juga dalam rangka mendidik calon penggerak Toko Tani Indonesia (TTI) binaan DKP3.

Kepala DKP3 Kota Tangsel Nur Slamet mengatakan, bazar ini rutin dilakukan setiap tahun saat bulan Ramadan. “Bazar Ramadan ini diikuti 36 perserta atau stand. Para pengisi toko tersebuut merupakan cikal bakal terbentuknya toko tani Indonesia (TTI) Center di Kota Tangsel,” ujarnya, Rabu (15/5).

Nur Slamet menambahkan, masyarakat Tangsel bisa meninkmati wisata belanja murah yang ditawarkan dalam bazar tersebut. Sampai Rabu (15/5) sore bazar tersebut sudah mencapai transaksi sebesar Rp60 juta dari 36 stand. Ada sembilan bahan pokok yang dijual, mulai dari cabai, telur, beras, daging ayam, daging sapi, minyak goreng dan sebagainya.

“Yang pasti harga yang kita tawarkan lebih murah dari harga yang ada di pasaran, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan saat puasa dan Lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, dalam waktu dekat Pemkot Tangsel akan memperbanyak Toko Tani Indonesia Center di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang tersebut. “Kalau banyak TTI Center maka akan memperpendek jalur birokrasi produk, sehingga harga jualnya kaan lebih murah saat sampai tangan masyarakat,” ujarnya.

Airin menambahkan, di pasar bila harga produk mahal biasanya karena barang tersebut jalan-jalan dahulu sebelum sampai di tangan masyarakat Tangsel. Ia mencontohkan bawang merah yang berasal dari Brebes, Jawa Tengah biasanya produknya ke Jakarta dulu, lalu tempat lain baru terakhir ke Tangsel.

“Kita ingin memperpendek jalur birokrasi dan supaya langsung barang ini ke Tangsel. Apalagi DPK3 telah kerjasama dengan petani langsung dari beberapa daerah pemasok,” tambahnya.

Masih menurutnya, biasanya harga produk mahal karena barang langka, sehingga perlun dikurangi rentang jarak penjualan makanan. Pemkot juga memastikan barang yang dikonsumsi aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.

“Dengan kerjasama dengan dinas terkait pemkot berusaha memaksimalkan apa yang dilakukan dan tujuan akhirnya warga bisa beli barang kebutuhan dengan harga terjangkau dan barnagnya tersedia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribudi Pangan pada DKP3 Kota Tangsel Aep Sarifudin mengatakan, ada 9 bahan pokok yang bisa dibeli masyarakat dalam bazar tersebut. “Kita kerjasama dengan bulog, TTI dan petani dari beberapa daerah untuk mendukung bazar ini,” ujarnya.

Aep menambahkan, dalam bazar tersebut barang yang dijual harganya lebih murah dari harga yang ada di pasaran. Ia mencontohkan daging sapi dijual Rp 80 ribu per kg, daging ayam Rp30 ribu per kg, telur ayam Rp21 ribu dan Rp23 ribu per kg, bawang merah Rp23 sampai Rp30 ribu per kg.
Bawang putih kating Rp40 ribu per kg, cabai orange hanya Rp5 ribu per seperempat kg, beras premium Rp10 ribu per kg, beras medium Rp8.500 per kg. “Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam bazar ini kita menyediakan 1 ton beras yang bisa dibeli masyarakat,” tambahnya.

Masih menurutnya, dalam bazar tersebut juga disediakan paket murah, yakni Rp 25 ribu. “Dengan demikian masyarakat akan mendapatkan minyak goreng 1 liter, sirop 1 botol, gula putih 1 kg, nata decoco 1 kg, mie instan 5 bunkus,” tuturnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here