Home TANGERANG HUB Pasar Anyar Kembali Diserbu PKL, Tak Kapok Ditertibkan Satpol PP

Pasar Anyar Kembali Diserbu PKL, Tak Kapok Ditertibkan Satpol PP

0
SHARE
DITERTIBKAN: Satpol PP Kota Tangerang menertibkan PKL Pasar Anyar yang berjualan di lokasi yang dilarang, Selasa (11/6). FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Satpol PP Kota Tangerang kembali menertibkan pedagang kaki lima yang berada di Pasar Anyar karena menjadi penyebab kemacetan dan kesemrawutan lalulintas, Selasa (11/6).
Dalam penertiban tersebut, sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara petugas dan para pedagang kaki lima yang menolak untuk ditertibkan. Meski demikian, petugas yang dibantu jajaran TNI/POLRI tersebut tetap menertibkan para pedagang kaki lima dan menyita sebagian peralatan untuk berjualan diantaranya terpal, meja dan timbangan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman A. Ghufron Falfeli mengatakan, penertiban dan penataan tersebut untuk mencegah para pedagang kaki lima baru untuk berjualan di sekitar lokasi yang telah ditertibkan sepekan yang lalu.

“Penertiban yang kami laksanakan sepekan lalu bukan untuk membuka pintu bagi pedagang baru untuk berjualan di sekitaran lokasi itu, agar kenyamanan warga dapat terus terjaga sehingga pasar yang menjadi ikon kota Tangerang tidak terkesan semerawut dan kumuh,”ujarnya.

Gufron menambahkan, akan melakukan serangkaian pengawasan disekitaran lokasi agar pengunjung pasar yang mayoritas warga dapat lebih nyaman berkunjung ke pasar tersebut.

“Kami tidak pernah melarang siapapun untuk berjualan, hanya saja kami mengimbau untuk berjualan ditempat – tempat yang telah disediakan jika memang ditemukan pelanggaran kami tidak akan segan – segan menerapkan sanksi yang lebih tegas kepada mereka,”paparnya.

Gufron menuturkan, penertiban tersebut jajarannya tidak hanya melakukan penertiban dan penataan di Pasar Anyar, akan tetapi dibeberapa pasar lainya yang kerap kali dikeluhkan masyarakat.

“Itu sudah pasti kami lakukan penataan karena kebanyakan dari mereka telah merampas paksa hak pengguna jalan dan masyarakat lainnya dengan berjualan di atas trotoar dan tidak sedikit meja yang dipakai memakan hampir separuh badan jalan,”tuturnya.

Dirinya mengaku akan terus berupaya menciptkan kenyaman melalui serangkaian penertiban dan penataan, Kendati tidak jarang pihaknya kerap mendapat cibiran dari masyarakat yang terkena dampak langsung atas kegiatan yang dilakukannya.

“Mungkin yang merasa dirugikan hanya sebagian pedagang, tapi lihat masyarakat pengguna jalan yang kini bisa tersenyum lantaran tidak lagi terjebak kemacetan disekitaran lokasi itu,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here