Home TANGERANG HUB Warga Rajeg Kekurangan SMPN

Warga Rajeg Kekurangan SMPN

0
SHARE
BANGUN: Sejumlah pekerja bekerja di proyek pembangunan SMPN 3 Rajeg, di Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/9). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

RAJEG – Unit sekolah baru (USB) SMPN 3 Rajeg mulai dibangun di Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Artinya, warga Rajeg akan punya tiga SMPN. Tapi, jumlah SMPN itu belum dapat nampung seluruh murid lulusan SD yang ingin lanjutkan pendidikan ke SMPN. Demikian dilontarkan Sumarlan, Koordinator Pengawas (Korwas) SD Kecamatan Rajeg, kepada Tangerang Ekspres, Kamis (5/9).

“Penyebabnya karena lebih banyak murid lulusan SD, dibandingkan daya tampung SMPN di Rajeg. Ditambah lagi, karena sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sehingga, banyak murid lulusan SD yang melanjutkan ke SMP milik swasta, bagi yang tidak keterima di SMPN,” jelasnya.

Menurut Sumarlan, diperlukan lagi penambahan USB SMP di Kecamatan Rajeg. Apalagi, secara geografis tiga SMPN 1, 2 dan 3 Rajeg di bagian timur Rajeg. Kedepan, sambungnya, perlu dibangun USB SMPN di bagian barat Rajeg, yakni di Desa Daon, Jambu Karya dan Pangarengan. “Jadi, idealnya, dalam waktu dekat dibangun lagi 2 bahkan 3 USB SMPN,” kata Sumarlan.

Sumarlan mengatakan, orang tua murid memilih menyekolahkan anak ke SMPN karena mengenyam pendidikan di sekolahan negeri tidak dipungut biaya pendaftaran, bulanan, ujian sekolah dari mulai masuk hingga lulus sekolah. Sedangkan, orang tua murid yang menyekolahkan anak ke sekolahan swasta, dibebani biaya-biaya tersebut.

“Kalau orang tua murid yang menyekolahkan anaknya ke sekolahan swasta pasti memiliki beban pengeluaran uang yang lebih banyak. Disamping pengeluaran memberikan uang jajan dan menabung, juga memiliki beban biaya iuran sekolah dan lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Sumarlan, padahal dari segi kopetensi tenaga pengajar dan manajemen sekolahan, sekolah swasta sedikit lebih baik dari sebagian sekolah negeri. “Jadi, itulah yang menjadi daya jual bagi sekolah swasta dibandingkan sekolah negeri,” ujarnya.

Sumarlan menambahkan, sekedar informasi bahwa sebanyak 49 SD di Rajeg. “Terdiri dari 40 SDN dan 9 SD swasta,” rincinya. Kemudian, sekitar 2835 murid lulus SD pada tahun pelajaran 2018-2019 lalu. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here