Home HUKUM Jangan Tergiur HP Baru dengan Harga Murah, HP Rusak Merek Ternama...

Jangan Tergiur HP Baru dengan Harga Murah, HP Rusak Merek Ternama Direkondisi Jadi Baru

0
SHARE
GEREBEK: Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim (kiri) dan Kasar Reskrim AKBP Dicky Ario Yustisianto memperlihatkan ribuan biks untuk membungkus HP rekondisi di Ruko De Mansions, Alam Sutera, Jumat (7/9). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

KOTA TANGERANG-Sudah empat tahun, tempat perakitan smartphone di Ruko De Mansion Blok B16 dan B9 Jalan Jalur Sutra, Pinang, Kompleks Alam Sutera, beroperasi. Dari dua ruko ini, sudah diedarkan 480 ribu unit handphone (HP) rekondisi berbagai merek. Seperti Samsung, Iphone X, Nokia dan Xiomi. Dalam setahun, beromset Rp 300 miliar atau Rp 1,2 triliun dalam empat tahun. Jumat siang akhir pekan lalu, polisi menggerebek tempat ini. Ribuan HP rekondisi disita sebagai barang bukti.

“HP yang rusak diganti komponennya. Kemudian dikemas mirip buatan pabrikan dan dijual kembali. Kepada konsumen dikatakan baru. Ini jelas merugikan konsumen,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim. Mantan Kasubdit Perbankan Bareskrim ini menjelaskan, 14 orang pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan di Mapolres. Empat orang diantaranya, warga negara Cina. “Warga asal Cina ini sebagai tenaga ahli, yang paham akan perakitan HP,” lanjutnya. Sementara pelaku utama, SF masih dalam pengejaran. Polisi yang mendatangi rumah SF di Alam Sutera, tak membuahkan hasil. SF kabur. Dalam empat tahun, kata Abdul Karim, diperkirakan sudah 480 ribu unit HP beredar di Kota Tangerang dan seluruh Indonesia. “Kita juga menyita dokumen-dokumen penjualan. Dari situlah, kita ketahui ke mana saja HP itu dijual. Ada juga yang dijual di toko online. Ditawarkan sebagai HP baru tapi harganya di bawah harga pasaran atau harga pabrikan,” lanjutnya.

Secara kasat mata, HP rakitan dari kedua ruko itu, sulit dibedakan asli dan rekondisi. Untuk mengelabuhi konsumen bahwa HP itu asli baru dari pabrikan, ditempeli stiker logo perusahaan garansi BCell. “Itu salah satu upaya pelaku menipu konsumen,” lanjutnya. Telepon genggam itu banyak didistribusikan di pusat perdagangan HP di mal di Kota Tangerang, Roxy Jakarta Pusat dan seluruh Indonesia. “Saya mengimbau, hati-hati dan teliti dalam membeli HP. Jangan tergiur HP baru dengan harga murah,” kata Kapolres.

Selain menyita barang bukti HP dan peralatan perakitan, polisi juga menyita komputer dan dokumen hasil penjualan. Modus pelaku untuk mengelabuhi konsumen agar percaya barang tersebut asli, kata Abdul Karim menempelka logo perusahaan penggaransi HP, BCell. “Itu agar konsumen percaya barang tersebut asli.

Kita akan menelusuri di mana saja HP ini tersebar, jika ada maka akan kami sita. Kerena, telah merugikan konsumen dan negara,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan dokumen dan keterangan para pelaku, komponen-komponen HP tersebut diimpor dari China. Untuk bulan ini saja, mereka sudah memesan komponen yang akan digunakan untuk merekondisi 1 juta unit HP.

Beradasarkan pengamatan Tangerang Ekspres, di ruko Blok B 16, di lantai 1 terdapat ratusan boks pembungkus HP, berlogo berbagai merek HP. Di ruang lain, ruangan untuk pengawasan. Di tempat itu, ada satu komputer yang terhubung ke kamera CCTV. Dari layar monitor dalam melihat aktivitas di dalam ruko maupun di luar ruko. Di lantai 2, ada satu ruangan besar tempat perakitan HP. Di sudut ruangan terlihat ratusan unit HP yang sedang dalam proses rekondisi.Telepon genggam yang sudah selesai direkondisi, nampak terhubung kabel charger. “Itu sedang proses pengetesan ketahanan baterai,” tambah Kasat Reskrim AKBP Dicky Ario Yustisianto.

Untuk pasal yang dikenakan terhadap tersangka yakni, pasal 62 junto pasal 8 ayat (2) UU RI No 8 tentang Perlindungan Konsumen. Selanjutnya Pasal 104 junto Pasal 6 ayat (1) UU RI no 7 tentang Perdagangan dan Pasal 47 junto Pasal 11 ayat (1) UU RI No 36 tentang Telekomuikasi.

Di mana ancaman hukuman dalam pasal itu, 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar untuk UU Perlindungan Konsumen, untuk UU Perdagangan, 5 tahun penjara dan denda Rp5 miliar, dan UU telekomunikasi 6 tahun penjara dengan denda Rp600 juta.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan harga HP yang murah. Waspada dan hati-hati. Bisa jadi handphone tersebut hasil rekondisi yang bisa menyebabkan radiasi dan juga bisa meledak jika di charger. Jadi jangan percaya, harus bisa membedakan mana barang yang asli dan bukan,” kata Dicky. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here