Home TANGERANG HUB Zaki Jamin Tak Ada Titipan, 655 Balon Dites

Zaki Jamin Tak Ada Titipan, 655 Balon Dites

0
SHARE
Ratusan bakal calon kepala desa mengikuti tes Stadion Indoor Sport Center, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (8/10). Mereka akan bertarung di 153 desa di Pilkades serentak, Desember mendatang. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

KELAPA DUA-Bakal calon kepala desa diuji pengetahuan serta kemampuan berpikirnya. Mereka yang dinyatakan lolos akan bertarung di Pilkades Serentak di 153 desa se-Kabupaten Tangerang. Sebanyak 655 orang bakal calon kades mengikuti tes di Stadion Indoor Sport Center, Kelapa Dua, Selasa (8/10). Materi soal dibuat akademisi dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung, dengan banyak model. Hal ini sengaja dilakukan untuk menghindari adanya perilaku curang atau menyontek.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memastikan tidak akan ada kecurangan yang dilakukan panitia ataupun penguji. Ia menegaskan, tidak ada kebocoran soal dan pemain pengganti atau joki para balon kades untuk ikut serta pengetesan. “Tim independen yang memeriksa di sini. Tidak ada satupun titipan di sini. Semuanya berjalan secara transparan dan terbuka di sini,” katanya kepada awak media usai membuka acara uji kompetensi untuk balon kades.

Zaki mengungkapkan, tes kompetensi dasar dan pengetahuan kepemimpinan merupakan persyaratan untuk bakal calon kades. Karenya, tidak ada alasan untuk tidak mengikuti ujian yang diselengggarakan tim independen dari IPDN serta Pemkab Tangerang. “Satu orang yang sakit pun tadi lembaran soalnya dikirim ke rumah sakit tempat yang bersangkutan dirawat. Tes kompetensi dasar dan pengetahuan kepemimpinan merupakan salah satu syarat bagi bakal calon kepala desa untuk ditetapkan calon nantinya,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada warga yang sudah menyatakan diri maju dalam pencalonan kepala desa untuk menyukseskan penyelenggaraan pilkades dan ujian bakal calon. Menurutnya, konflik di antara warga akibat beda pilihan akan merugikan. “Jangan sampai terjadinya konflik. Balon kades yang lolos mudah-mudahan dapat berkompetensi dengan adil dan demokratis. Serta yang tidak lolos harap legowo,” tuturnya.

Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang, Mulyono mengatakan, peserta yang ikut tes kompetensi sebanyak 655. Ia menegaskan, balon kades yang tidak datang secara otomatis didiskualifikasi (gugur). “Satu orang tidak hadir dari Desa Karangserang, Kecamatan Sukadiri. Sementara yang sakit itu terkena demam berdarah (BD) dari Desa Gunungsari, Kecamatan Mauk. Sesuai aturan, karena yang bersangkutan tidak hadir maka dianggap mengundurkan diri dan gugur,” katanya kepada awak media.

Ia mengatakan, ada tiga materi pokok yang dituangkan di dalam soal. Diantaranya, kompetensi dasar meliputi tentang Pancasila, UUD’45, sejarah pemerintahan dan muatan lokal. Kemudian, tes kemampuan bidang pemerintahan yang mencakup pengelolaan pemerintahan tingkat pusat hingga desa. Termasuk pembuatan perencanaan, administrasi, hingga muatan mengenai lembaga adat dan kemasyarakatan. “Materi ketiga, para peserta harus menjabarkan visi dan misi. Serta, penyusunan kegiatan dan program tahunan. Soal-soal ini diseuaikan dengan latarbelakang pendidikan yang minimum tingkat SMP,” terangnya.

Mulyono menjelaskan, setiap soal memiliki bobot yang berbeda. Termasuk dalam penilian jawaban para peserta. Untuk materi soal tes kompetensi dasar sebanyak 50 soal memiliki bobot nilai 30 persen dengan sajian pilihan ganda. Lalu materi bidang pemerintahan dengan 150 soal pilihan ganda yang memiliki bobot 60 persen. “Kalau untuk penjabaran visi-misi itu bobotnya 10 persen dengan skor tertinggi 100 poin,” jelasnya.

Mulyono menyebutkan, peserta yang masuk diperiksa identitasnya dan dicocokkan dengan foto. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kecurangan serta untuk memberikan kepastian kelulusan dan kemampuan balon kades kepada warga sebagai pemilih. “Kalau peserta nyontek juga tidak berpengaruh. Karena soalnya setiap orang berbeda dan soal dipegang IPDN sampai peserta menerimanya. Kita di sini semua terbuka dan transparan, tidak ada titipan dan tidak ada calon kades yang digantikan orang lain untuk mengisi jawaban,” tegasnya.

“Kita skoring dari satu hingga lima besar. Kalau balon kadesnya di suatu desa kurang dari lima, maka akan lolos semua. Apabila balon kades lebih dari lima orang, maka nanti ada yang dinyatakan tidak lolos, karena maksimal lima calon. Kita umumkan kepada publik hari ini (kemarin) dengan disertakan nilainya. Biarkan warga sebagai pemilih yang melihat skoring kemampuan balon kadesnya,” tutupnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here