Home BANTEN Dinkes Periksa 12 TKA Tiongkok

Dinkes Periksa 12 TKA Tiongkok

0
SHARE
CEK KESEHATAN: Petugas Dinkes Kabupaten Serang memeriksa kesehatan TKA asal Tiongkok Kantor PT Conch Cement Indonesia, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Senin (10/2). FOTO: Ahmad Fikram Adidikata/Banten Ekspres

SERANG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang memeriksa 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok yang baru saja kembali dari negaranya pada 6 Februari 2020, Senin (10/2).

Pemeriksaan yang dilakukan di Kantor PT Conch Cement Indonesia, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang tersebut dilakukan karena di negara mereka tersebar Virus Corona yang menimbulkan banyak korban jiwa. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak menyebar ke Kabupaten Serang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Serang, drg. Agus Sukmayadi mengatakan pemeriksaan itu dilakukan karena ada keresahan warga yang memberikan informasi bahwa Kantor PT Conch Cement Indonesia mempekerjakan TKA asal Tiongkok.

Pemeriksaan tersebut disambut baik oleh pihak kantor PT Conch Cement Indonesia dan memperlihatkan dokumen bahwa ada 35 TKA asal Tiongkok tersebut.

Dari dokumen tersebut, tercatat 12 orang TKA yang baru kembali dari Tiongkok dengan perkiraan rentang waktu satu hingga dua bulan yang lalu. Sebagiannya lagi belum kembali dari Tiongkok dan yang lainnya tidak pernah melakukan perjalanan ke Tiongkok sejak dua bulan terakhir.

Menurut Agus, 12 TKA tersebut kembali ke Indonesia terhitung sejak tanggal Februari dan sudah melakukan pengecekan kesehatan di kantor Kesehatan Pelabuhan dan dinyatakan sehat.

“Alhamdulillah pemeriksaan terhadap 12 TKA yang baru pulang dari Cina (Tiongkok) dinyatakan sehat, jadi tidak ada perubahan status kesehatan sejak tanggal 6 Februari hingga sekarang,” katanya seusai pemeriksaan.

Manajer Kantor PT Conch Cement Indonesia, Vion Qiu mengatakan pemegang visa kerja TKA asal Tiongkok mencapai 30 orang, tetapi yang tinggal di Kantor PT Conch Cement Indonesia hanya 20 hingga 25 orang. Keberadaan TKA tersebut sebagai insinyur yang mengajari karyawan lokal di Kabupaten Serang.

“Mereka sebenarnya standby di Cina dan statusnya karyawan Cina. Kalau ada mesin kita yang rusak, tidak dapat ditangani oleh karyawan lokal kita maka mereka yang datang ke sini,” katanya. (mg-6/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here