Home BANTEN 18 Dalam Pengawasan, Pemprov Banten Bakal Tambah Tiga RS Rujukan Virus Corona

18 Dalam Pengawasan, Pemprov Banten Bakal Tambah Tiga RS Rujukan Virus Corona

0
SHARE
PIMPIN RAKOR: Gubernur Banten Wahidin Halim (dua dari kanan) bersama Danrem 064/Maulana Yusuf, Kolonel Inf. Windiyatno (kiri) Ketua DPRD Banten Andra Soni (dua dari kiri) dan Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan (kanan) memberikan penjelasan usai rakor KLB virus Corona di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, KP3B, Kota Serang, Senin (16/3). FOTO: Tb Iyus/Banten Ekspres

SERANG-Banten darurat virus Corona. Sampai kemarin tercatat, ada 113 orang dalam pemantaun (ODP). Ratusan ini belum ada gejala sakit. Mereka dipantau karena pernah berkunjung ke negara yang sedang dilanda wabah virus Corona (Covid-19).

Sementara 18 pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien dengan status PDP ini, sudah menderita sakit yang gejalanya mirip orang yang terinfeksi Corona. Demam, batuk dan pilek. Untuk penanganan pasien, Pemprov Banten bakal menambah tiga rumah sakit (RS) rujukan penanganan virus Corona.

Tiga rumah sakit tersebut yaitu RSUD Balajara di Kabupaten Tangerang, RSUD Kota Cilegon dan RSUD Banten. Keputusan itu hasil rapat koordinasi Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona di wilayah Provinis Banten. Rapat digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (16/3). Hadir sejumlah kepala daerah di Banten.

Dalam rapat tersebut para kepala daerah mengungkap data orang dalam pemantaun (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), suspect Corona, serta langkah pencegahan yang dilakukan masing-masing. Untuk wilayah Kota Serang, terdapat 4 ODP dan nihil PDP. Kabupaten Pandeglang 2 warga suspect Corona, yang keduanya baru pulang sebagai TKI di Taiwan. Hasil pendampingan dan pemeriksanaan keduanya dinyatakan negatif.

Di Kabupaten Serang terdapat 13 WNA yang masuk ODP yang seluruhnya dinyatakan negatif. Selain itu di Kabupaten Serang juga terdapat 2 warga yang sempat diisolasi lantaran pulang umrah dan hasilnya sama dinyatakan negatif. Kemudian, Kota Cilegon terdapat 3 orang ODP yang dinyatakan negatif. Di kota Cilegon juga terdapat dan 2 orang PDP dan seluruhnya telah dirujuk ke rumah sakit rujukan Corona. Satu di antaranya sudah dinyatakan negatif, sementara untuk satunya masih menunggu hasil uji lab.

Selanjutnya di Kota Tangsel terdapat 41 ODP, 3 di antaranya negatif dan dua orang masih menunggu hasil laboratorium. Kota Tangerang terdapat 39 ODP, 25 dinyatakan negatif dan 3 masuk PDP. Sementara untuk Kabupaten Lebak nihil untuk seluruhnya, baik PDP, ODP, suspect, maupun positif.

Untuk upaya pencegahan, seluruh kabupaten/kota hampir melakukan hal serupa pasca Banten menyatakan status KLB. Upaya itu antara lain meliburkan sekolah di semua tingkatan, menyampaikan imbauan, menyemprot disinfektan dan membatasi kunjungan kerja serta pertemuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, rumah sakit rujukan yang sudah berjalan baru ada dua yaitu RSUD Tangerang dan RSDP Serang. “Tetapi ini kita baru akan menambah tiga rumah sakit rujukan yang di SK-kan oleh gubernur. Rumah Sakit Balaraja, RSUD Banten, dan RSUD Cilegon,” katanya.

Sebelum ketiganya ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan tambahan, pihaknya akan terlebih dahulu mempersiapkan fasilitas pendukung. “Kita harus pengadaan barangnya dulu. Karena ruang isolasi harus ada standar-standar yang harus dipenuhi,” katanya. Penetapan rumah sakit rujukan saat ini sudah bisa dilakukan oleh pemprov melalui SK Gubernur Banten.

Penetapan ini harus memperhatikan standar kelayakan yang ditentukan. “Untuk puskesmas boleh adalah ODP. ODP pun ada dua yaitu yang inap dan tidak. Yang inap ini tidak bisa di puskesmas. Kecuali puskesmas itu memenuhi standar,” ujarnya.

Ia mengatakan, data ODP dan PDP terkait Corona di Banten terus bertambah. Sampai kemarin tercatat ada 113 ODP dan 18 PDP. Seluruhnya tersebar di kabupaten/kota se-Banten. ”ODP per hari ini (kemarin) 113 orang tersebar di delapan kabupaten/kota,” katanya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menyarankan, pemerintah kabupaten/kota mengurangi atau menghindari kontak langsung dengan orang lain dan menghindari kerumunan. “Prinsipnya, Pemprov Banten mendukung sepenuhnya tindakan kabupaten/kota antisipasi Corona,” katanya.

Ia menginstruksikan sekda dan kepala ODP untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah, meniadakan apel, rapat di atas 100 orang menggunakan protap kesehatan, serta kajian untuk rumuskan pegawai yang dapat mengerjakan tugasnya dari rumah. “Kurangi kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan banyak orang. Masing-masing daerah punya karakter. Kalau lock down, efeknya ke perekonomian,” katanya.

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni yang ikut dalam rakor tersebut mengapresiasi atas tanggapnya Gubernur Banten terhadap situasi saat ini dengan menetapkan KLB cirus Corona (Covid-19). “Kami sebagai pejabat politis, siap mendukung pemerintah. Terkait anggaran, DPRD siap mendukung yang dilakukan Pemprov Banten dalam rangka mengantisipasi dan menanggulangi Corona,” kata Andra.

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Kolonel Inf. Windiyatno menyarankan untuk membangun ruang isolasi terpisah dari rumah sakit. Menurutnya hal ini untuk mengurangi dan menghindari kontak langsung penderita dengan orang lain.

Termasuk menghindari penggunaan peralatan medis untuk pasien lain. Wakapolda Banten Brigjen Tomex Kurniawan menyarankan sistem informasi dan pelaporan untuk menjaga kepanikan publik. Berbicara sesuai kapasitas, untuk mencegah timbulnya hoaks di masyarakat.(tb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here