Home TANGERANG HUB Kapolres Minta Perusahaan Diliburkan, Klaster Perusahaan Mengkhawatirkan

Kapolres Minta Perusahaan Diliburkan, Klaster Perusahaan Mengkhawatirkan

0
SHARE
Kapolres Minta Perusahaan Diliburkan Klaster Perusahaan Mengkhawatirkan
Kombes Pol Sugeng Hariyanto (kanan), Kapolres Metro Tangerang Kota.

KOTA TANGERANG-Sejak Agustus, ada 3 pabrik yang menjadi kluster penyebaran virus Corona. Ada 56 karyawan dinyatakan positif Covid-19. Dari puluhan karyawan itu, 13 di antaranya karyawan PT Gajah Tunggal, pabrik ban kendaraan bermotor di Jatiuwung, Kota Tangerang. Semuanya warga Kabupaten Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan harus diambil langkah-langkah konkret untuk memutus penyebara Corona. “Kalau untuk kluster perusahaan, kita sudah meminta Pemkot Tangerang untuk meliburkan sementara, perusahaan yang karyawannya dinyatan positif Covid-19. Karena, belakangan ini kluster di perusahaan meningkat,” ujarnya. Klaster perusahaan cukup mengkhawatirkan. Karena jumlah karyawannya cukup banyak, yang tempat tinggalnya tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel.

Pemkot Tangerang belum mengambil keputusan untuk meliburkan sementara perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19. Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, untuk kluster pabrik, saat ini tim gugus tugas melakukan pengawasan ketat. Setiap hari, tim mendatangi pabrik untuk melihat penerapan protokol kesehatan. ” Di pabrik memang sudah menjalankan protokol kesehatan. Tapi belum baik. Cuci tangan masih belum benar. Kemudian kita temukan juga di tempat makan, tidak ada pengurangan kapasitas, lalu tempatnya tidak terbuka. Ini yang kita rekomendasikan kepada perusahaan untuk memperbaikinya,” jelas Arief, Selasa (8/9).

Arief menambahkan, kontak erat menjadi salah satu cara penyebaran virus Corona. Maka itu tim gugus tugas mengingatkan kembali pabrik untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. “Saya sudah meminta pihak pimpinan perusahaan, untuk shift satu kalau bisa mereka dipulangkan jam 12.00 WIB, jadi mereka bisa makan siang, salat dan istirahat di rumah. Hal itu dilakukan sementara waktu untuk memutus penyerbaran virus Corona,”paparnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya pabrik yang ada di Kota Tangerang. Saat ini Pemkot Tangerang terus melakukan pengawasan ketat terhadap potensi kluster baru. Yakni di hotel. Karena, di daerah lain kluster hotel juga sedang meningkat. “Untuk hotel kami meminta untuk benar-benar melakukan sterilisasi di semua sudut ruangan. Protokol kesehatan untuk tamu harus benar-benar diterapkan dan jangan diabaikan,”ungkapnya. Arief menuturkan, untuk Pembatasan Sosial Bersekala Lingkungan (PSBL) kembali ditingkatkan. Mengingat masih ada 28 RW yang kembali menjadi zona merah. “Untuk wilayah, saya sudah meminta RW dan RT untuk benar-benar bisa melakukan pemantuan dan juga penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai berkerumun dulu, karena itu salah satu cara virus Corona menyebar,”tuturnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here