Home ADVERTORIAL Disperindag Jamin Pasar Tradisional Terapkan Prokes

Disperindag Jamin Pasar Tradisional Terapkan Prokes

0
SHARE
Disperindag Jamin Pasar Tradisional Terapkan Prokes
PIMPIN SIDAK: Kepala Disperindag Kota Tangsel drg. Maya Mardiana, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk memastikan warga mengenakan alat pelindung diri (APD) minimal memakai masker saat berada di pasar.

PAMULANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel memastikan, protokol kesehatan (Prokes) berjalan dengan baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Hal tersebut dikatakan Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana saat monitoring kegiatan pasar dimassa pandemi Covid-19 di Pasar Kita Pamulang, Selasa (15/9).

Maya mengatakan, Pasar Kita Pamulang adalah pasar tradisional yang berkonsep modern. Dimassa pandemi ini protokol kesehatan harus tetap dijalankan di pasar tradisional dan modern.

“Protokol Covid-19 harus jadi kebutuhan dan bukan hanya sekadar peraturan dan selama pandemi kebutuhan bahan pokok harus tetap terpenuhi,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (15/9).

Maya menambahkan, untuk Pasar Kita ada perlakukan khusus karena belum terlalu menggigit kehadiran pasar di tengah-tengah masyarakat. Dari 160 lapak dan sudah terisi 114 lapak dengan aneka komoditi.

“Saya berharap dalam waktu dekat makin ramai dan masyarakat memanfaatkan pasar ini untuk mendukung perekonomian kerakyatan di Pamulang, kualitas terjaga, jenis komuditas banyak dan harga stabil,” tambahnya.

Disperindag Jamin Pasar Tradisional Terapkan Prokes

Selain itu, mantan Direktur RSU Kota Tangsel ini berharap selama pandemi Covid-19 secara ekonomi tetap berjalan dengan baik. Menurut pantauannya di Pasar Kita Pamulang, protokol kesehtaan sudah cukup baik, pedagang dan pembeli pakai masker.

“Saya lihat penggunaan masker sudah baik dan saya imbau kepada kepala pasar agar terus berikan imbaukan kepada pedagang dan pembeli, yakni pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Selain itu, pantauan di pasar lain juga ada, meskipuĀ  pasar adalah area publik yang padat dan sulit dipantau. Disperindah telah menempatkan 16 titik kamera oengawas (CCTV) di tiap pasar untuk bantu pemantauan.

Untuk ketersediaan bahan pokok Sampai September persediaan masih mencukupi. “Karena masih WFH dan ada pembatasan disektor ekonomi maka pantauan di 23 komuniditi masih stabil harganya,” ungkapnya.

Untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan harha, Disperindag bersama instansi terkait sudah melakukan operasi pasar. Selama pandemi Covid-19 setidaknya sudah 8 kali melakukan razia pasar. “Hasil razia ini ketersediaan dipastikan mencukupi dan harga stabil,” ungkapnya.

“Kunci yang harus dijaga adalah daya beli masyarakat, memang awal pandemi ada penurunan omset dan mereka diimbau lakukan inovasi,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Pamulang Mukroni mengatakan, Pasar Kita Pamulang memiliki potensi yang luar biasa dan akan disosialisasikan terus keberadaannya kepada masyarakat. “Sehingga keberadaan Pasar Kita punya nilai ekonomi tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Mukroni menambahkan, terkaiat bagaimana Pasar Kita bisa dikenal masyarakat, pihaknya akan melakukan inovasi. “Salah satunya agar luran lurah, RT/RW mensosilisasikan kepada masyarakat,” tambahnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here