Home TANGERANG HUB Tempat Isolasi Pasien OTG Penuh, Pemkot Akan Sewa Hotel

Tempat Isolasi Pasien OTG Penuh, Pemkot Akan Sewa Hotel

0
SHARE
Tempat Isolasi Pasien OTG Penuh, Pemkot Akan Sewa Hotel
TINJAU: Walikota Arief R Wismansyah meninjau Puskesmas Jurumudi Baru yang saat ini sudah penuh diisi pasien ITG Covid-19, Senin (28/9). Pemkot akan menyewa hotel untuk menampung pasien yang terus bertambah jumlahnya. FOTO: Randy Yastiawan/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Ruang isolasi di Puskesmas Jurumudi sudah penuh. Padahal baru beberapa hari saja dibuka sebagai tempat isolasi pasien Covid dengan status orang tanpa gejalan (OTG).

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, per hari Senin, kapasitas puskemas sudah dipenuhi oleh pasien OTG. Ini menandakan penyebaran virus corona di Kota Tangerang masih sangat tinggi. Puskesmas tersebut memiliki kapasitas 22 ruangan dengan 60 tempat tidur.

“Di Puskesmas Jurumudi mempunyai 22 ruangan dan 60 tempat tidur yang disiapkan untuk pasin OTG. Belum lama dibuka seluruh ruangan dan tempat tidur sudah penuh,”ujarnya usai melakukan pemantuan lokasi isolasi pasien OTG, Senin (28/9).

Selain di Puskesmas Jurumudi, tempat isolasi di Rumah Persinggahan Sosial (RPS) milik Dinas Sosial juga sudah tidak lagi menampung.

Arief menambahkan, dengan penuhnya tempat isolasi, Pemerintah Kota Tangerang akan menyewa hotel sebagai fasilitas isolasi untuk pasien OTG. Dengan adanya tempat khusus, tim kesehatan bisa melihat perkembangannya.

“Rencananya kami akan menyewa hotel dengan kapasitas 120 tempat tidur, kemungkinan akan buka dua hotel. Tetapi kami buka satu hotel dulu, jika di butuhkan lagi kami akan buka lagi,”paparnya.

Ia menjelaskan, walaupun saat ini kewalahan tempat isolasi, untuk pasien yang terpapar tetap tidak boleh melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal itu dikhawatirkan jika isolasi mandiri keluarga juga akan terpapar.

“Kami tetap melarang pasien yang terpapar untuk isolasi mandiri di rumah, dipastikan keluarga yang ada di rumah interaksi dan bisa menyebar kemana-mana,”ungkapnya.

Arif meminta, masyarakat di tengah pandemi yang masih tinggi untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, jangan sampai disuruh atau di razia baru menggunakan masker.

“Mau tidak mau, masker harus dipakai karana bisa mencegah adanya virus corona. Untuk itu, kami tetap melakukan pemantauan di semua lokasi khususnya di wilayah,”tutupnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here