Home BANTEN Di Malingping Ratusan Rumah Terendam

Di Malingping Ratusan Rumah Terendam

0
SHARE
Di Malingping Ratusan Rumah Terendam
BANJIR: Relawan BPBD Kecamatan Malingping Mahmudi saat melihat banjir di Desa Sukamanah, Rabu (18/11). FOTO: Ahmad Fadilah/Banten Ekspres

LEBAK-Hujan deras yang melanda Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak sejak Selasa (17/11) sore hingga malam, menyebabkan banjir. Saluran irigasi dan drainase meluap. Akibatnya, ratusan rumah di Desa Sukamanah dan Desa Cilangkahan terendam dengan ketinggian air mencapai 50-80 cm.

Relawan BPBD Lebak di Malingping, Mahmudi mengatakan, hujan deras yang melanda hampir di sejumlah wilayah Lebak memang harus diwaspadai. Meski wilayahnya jauh dari bantaran sungai. Hal ini terjadi di Kecamatan Malingping. Banjir ini diakibatkan oleh irigasi Cilangkahan ll dan irigasi Binuangen yang mengalami pendangkalan. Akibatnya air tidak tertampung hingga meluap ke perumahan warga sekitar.

“Banjir luapan air hujan ini surut sekitar pukul 23.00. Warga pun sudah mulai membersihkan lumpur dan sampah di rumah dan lingkungannya masing-masing dibantu BPBD, TNI dan Polri,” kata Mahmudi, kepada Banten Ekspres, Rabu (18/11).

Adapun yang terdampak banjir yakni dua desa. Di Desa Sukamanah sekitar 59 rumah dan di Desa Cilangkahan sekitar 44 rumah. Sehingga yang terdampak banjir mencapai 103 rumah.

“Data ini kita ambil langsung dari lapangan koordinasi dengan desa, RT dan RW setempat,” ucap Mahmudi. Lanjutnya, kejadian banjir ini sudah dilaporkan ke Pemkab Lebak melalui BPBD setempat. Bahkan, malam itu juga bantuan logistik untuk korban banjir telah didistribusikan.

“Iya, kita juga telah membuat laporan kepada PUPR Lebak, terkait di Cilangkahan ll dan Binuangen yang dangkal dan mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Dikatakan, guna mencegah terjadinya kelaparan akibat kekurangan makanan, bantuan logistik darurat kebencanaan telah disalurkan ke masing-masing penduduk yang terdampak bencana banjir.

“Kami berharap kepada masyarakat khususnya yang berada di wilayah rawan bencana banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan. Karena akhir-akhir ini intensitas hujan cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air PUPR Lebak, Dade Yanapriandi mengaku belum mengetahui adanya banjir akibat irigasi di Kecamatan Malingping. Menurutnya, untuk di Cilangkahan ll memang tanggungjawab dan kewenangannya Kabupaten Lebak dan untuk Binuangen di Provinsi Banten. “Nanti kita akan cek ke lapangan dan saya akan cari informasi dulu,” ucapnya singkat.(mg-5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here