Home TANGERANG HUB Yakin Hakim Bebaskan Dahlan

Yakin Hakim Bebaskan Dahlan

0
SHARE

JAKARTA – Dukungan terhadap Dahlan Iskan terus mengalir. Para tokoh berharap hakim yang menyidangkan kasus yang membelit mantan menteri BUMN itu bisa jeli melihat fakta hukum. Mereka yakin hakim Pengadilan Tipikor Surabaya akan membebaskan Dahlan.

Kemarin (18/4), para tokoh mengelar acara Tupeng Cinta untuk Dahlan di Restauran Tjikini Lima, Jakarta. Kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan dukungan kepada Dahlan dalam menghadapi perkara yang didakwakan kepadanya.

Hadir dalam acara yang digelar setelah salat magrib itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Teguh Santoso, Tokoh Tionghoa Jakarta N Lius Sungkarisma, Pengamat Politik Hendri Satrio, Mantan Jubir Gus Dur Adi Masardi, Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat Djoko Saknoso, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, dan Koordinator Sahabat Dahlan Indonesia Don Suwandana.

Teguh Santoso mengatakan, Dahlan akan menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor. Menurut dia, tidak ada bukti-bukti yang mendukung dakwaan maupun tuntutan yang diajukan jaksa. “Tapi anehnya jaksa menuntut Dahlan enam tahun,” terang dia.

Menurut dia, Dahlan memimpin perusahaan daerah tanpa digaji dan tidak menerima fasilitas apa pun. Perusahaan yang dia pimpin menjadi besar dan meraih untung besar. Tapi, kata dia, Dahlan dijerat dengan kasus yang tidak jelas. Dianggap melakukan korupsi, padahal tidak ada sepeser uang pun yang mengalir kepadanya.

Melihat kasus yang dihadapi Dahlan, dia pun ingin memberikan dukungan moril. Acara potong tumpeng merupakan bentuk cinta dan dukungan kepada mantan Dirut PLN itu. Sebelum para tokoh yang hadir menyampaikan dukungan, dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan Don Suwandana. Potongan tumpeng diberikan kepada Arief Poyuono.

Lius Sungkarisma mengatakan, di negeri ini banyak sesuatu yang aneh. Menurut dia, orang yang seharusnya dihukum, karena melanggar aturan, tapi malah dibiarkan bebas. Tapi, orang baik seperti Dahlan yang seharusnya tidak dihukum, tapi malah dihukum dengan kasus yang tidak jelas dan mengada-ngada. “Kita kumpul di sini untuk melakukan perlawanan dan perjuangan,” paparnya.

Lius masih menaruh harapan terhadap penegak hukum. Sebab, masih banyak penegak hukum yang mempunyai hati nurani dan berjuang menegakkan keadilan. Salah satu contohnya terkait kasus reklamasi. Gugatan para nelayan beberapa kali dikabulkan. Hal itu sebagai bukti bahwa hakim PTUN masih berpihak kepada keadilan. “Jika hakim bermain duit, pasti nelayan tidak dimenangkan,” ungkap dia.

Dia berharap, hakim berani mengungkapkan kebenaran dalam kasus Dahlan. Menurut dia, Dahlan merupakan orang sukses yang mau terjun untuk membangun bangsa ini. Jadi, prestasinya harus dihargai. Jangan jadikan orang yang sudah berjuang menjadi korban.

Ia juga menyinggung penegakan hukum yang dilakukan jaksa dan posisi jaksa agung yang diisi orang partai. Menurut dia, jangan ada lagi politisi yang menjadi jaksa agung, karena akan merusak penegakan hukum. “Itu sumber kekacauan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here