Home TANGERANG HUB 2018, Pamulang Ditarget Bebas DBD

2018, Pamulang Ditarget Bebas DBD

0
SHARE

SERPONG-Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel menargetkan Kecamatan Pamulang bebas jentik DBD. Sebagai percontohan, saat ini sudah ada satu kelurahan yang bebas jentik DBD, yakni Kelurahan Benda Baru.

Kasi Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Tangsel dr Alwan mengatakan, Kelurahan Benda Baru dengan 24 RW sudah mendapat predikat bebas jentik DBD. “Saat ini Kelurahan Benda Baru sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk meraih kelurahan bebas jentik DBD,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (25/7).

Dr Alwan menambahkan, di kelurahan Pondok Benda, Pamulang, saat ini sudah banyak RW yang berbenah. Mulai dari membersihkan lingkungan, membersihkan saluran air sampai, membersihkan genangan-genangan air. Ia percaya, Kecamatan Pamulang dapat menyandang predikat bebas jentik DBD tahun 2018. “Salah satu buktinya kelurahan Benda Baru pertama mendapat predikat kelurahan bebas jentik DBD,” tambahnya.

Untuk mendapatkan predikat bebas jentik DBD, tidak mudah. Ini membutuhkan kerja sama dan koordinasi dengan banyak pihak. Terutama warga, dimana warga yang tinggal di lingkungan yang tahu kondisi kesehatan warga di kawasan itu.

Selain Pondok Benda, Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, dan beberapa kelurahan di Pondok Aren sedang mempersiapkan lingkungan menuju kelurahan bebas jentik DBD. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memiliki target jika tahun 2019 kelurahan se-Kota Tangsel bebas jentik, tahun 2020 kecamatan bebas jentik. Dan, tahun 2021 Kota Tangsel bebas jentik DBD. “Untuk itu harus didukung semua pihak tapi, sekarang advokasi anggaran Dinkes dipanggkas,” jelasnya.

Anggaran itu, menurut Alwan dipakai untuk biaya pembentukan suvervisor, koordinator dan lainnya. Saat ini ada sekitar 600 RW dan  6.600-an RT dengan jumlah rumah mencapai 350.000 yang harus dibebaskan jentik dan itu memerlukan biaya besar.

Semua ada tahapan dan memerlukan sosialisasi. Juga ada pelatihan, perlu bahan, obat abate, biaya sertifikat, biaya monitoring dan lainnya. “Biaya ini jauh lebih murah dibanding saat kita sakit dan perlu biaya besar untuk berobat,” tuturnya.

Dari sekitar 6.600 RT yang ada di Kota Tangsel, baru 732 RT yang ikut program jumantik. Ke depan, akan ada 30 RW yang akan diverifikasi di Kecamatan Pondok Aren dan Ciputat. “Dinkes Kota Tangsel memiliki mimpi menjadi kota pertama di Indonesia bebas DBD tahun 2021,” tutupnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here