Home TANGERANG HUB Solusi Longsor Koceak Belum Jelas

Solusi Longsor Koceak Belum Jelas

0
SHARE

SETU-Tragedi longsor di Kampung Koceak Kecamatan Setu, menyisakan duka mendalam bagi korban. Bahkan hingga kini, dukanya masih terasa mengingat solusi yang dijanjikan pemerintah belum juga ada kejelasan. Hingga kini, para korban longsor Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel masih bertahan di rumah kontrakan. Lurah Keranggan Agus Muhdi membenarkan jika, rencan relokasi belum ditindaklanjuti kembali. Agus juga berupaya untuk menenangkan warga korban longsor tersebut agar bersabar menunggu rencana relokasi tersebut. Bahkan, biaya sewa kontrakan bagi warga dikatakannya hasil dari iuran para donatur, dan pegawai kelurahan secara sukarela.

“Sementara masih menghuni kontrakan dan biayanya kita tanggung hasil sukarela donatur dan aparat setempat,” ujarnya, kemarin. Agus bersama petugas kelurahan dan kecamatan juga terus berupaya meyakinkan warga bahwa relokasi pasti akan direalisasikan. Namun, karena longsor yang terjadi tidak masuk dalam kategori bencana alam, maka Pemkot Tangsel tak bisa melakukan realisasi langsung menggunakan APBD.

“Relokasi dilakukan menggunakan anggaran dari luar APBD. Relokasi juga pasti akan dilakukan dan membutuhlan waktu yang tidak singkat, karena ini dikategorikan sebagai musibah,” tambahnya. Sementara itu, salah seorang korban longsor Madsuki, meyakini jika Pemkot Tangsel tidak akan mengabaikan nasibnya bersama anak dan menantunya. Madsuki menambahkan, rencana relokasi yang sempat didengarnya akan dibiayai oleh Pemkot Tangsel bersama DPRD dan berbagai perusahaan yang ada di Kota Tangsel.

“Kita ambil hikmahnya dengan kejadian ini. Kita percaya sama pemerintah memikirkan nasib kita. Keputusan relokasi di mana pun nantinya kita ikuti, agar tidak terkatung-katung seperti ini,” ujar kakek 57 tahun itu. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Saleh Asnawi tergerak untuk membantu korban longsor dalam hal relokasi. Ia bersedia menukarkan tanah miliknya untuk warga koban longsor.

Namun, hingga kini ia juga belum mendapatkan informasi pasti terkait teknis pelaksanaan relokasi itu. “Tetap saya bersedia menukar tanah. Saya punya hubungan emosional yang erat dengan warga Koceak, dan wilayah Setu lainnya. Teknisnya belum tahu yang jelas saya bersedia menukarkan tanah,” imbuhnya. (mg-22/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here