Home TANGERANG HUB Benda Baru, Kelurahan Bebas DBD Pertama di Indonesia

Benda Baru, Kelurahan Bebas DBD Pertama di Indonesia

0
SHARE

SERPONG-Kelurahan Benda Baru Pamulang, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel, menuai prestasi. Upaya mencegah Demam Berdarah Dangue (DBD), yang dilakukan kelurahan ini berbuah piagam penghargaan Kementerian Kesehatan. Piagam ini adalah yang pertama dan satu-satunya diraih oleh kelurahan se-Indonesia.

Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Mohamad Subuh kepada Lurah Benda Baru M Tata Surya. Penyerahan dilakukan dalam peringatan Asean Dengue Day 2017 di SDN 7 Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (2/8).

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Listy Widyarti mengatakan, ini merupakan capaian yang luar biasa. “Kelurahan Benda Baru satu-satunya dan pertama di Indonesia yang mendapat penghargaan kelurahan bebas jentik DBD,” ujarnya.

Listya menambahkan, sebelum meraih penghargaan dari Kemenkes,  Kelurahan Pondok Benda juga pernah mendapat penghargaan bebas jentik DBD dari Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Penghargaan ini diberikan saat peringatan hari jadi ke-63 Satpol PP, Selasa (23/5). Benda Baru, meraih penghargaan bidang kesehatan kawasan bebas jentik setelah mempersiapkan selama 10 bulan. “Penghargaan itu diberikan melalui program satu rumah satu jumantik,” tambahnya.

Di kelurahan ini, ada 24 RW dan 167 RT. Untuk mencapai kesuksesan itu, pihak kelurahan dan warga bahu-membahu membersihkan lingkungan dan membuat satu rumah satu jumantik. “Setelah Benda Baru, kami akan mengupayakan 53 kelurahan lain untuk bebas jentik sehingga, tahun 2020 Kota Tangsel ditergetkan bebas jentik,” ungkap wanita berkerudung ini.

Lurah Benda Baru M. Tata Surya mengungkapkan syukur atas penghargaan bebas jentik DBD dari Kemenkes. Penghargaan itu, diraih berkat kerjasama dan kekompakan semua pihak. Menurutnya lagi, penghargaan tersebut tak lepas dari gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). Mereka telah berhasil menekan penularan DBD dibawah rata-rata nasional.

Untuk menyukseskan gerakan satu rumah satu Jumantik, Tata membuat kebijakan agar di setiap rumah ada satu orang anggota keluarga yang berperan sebagai jumantik. “Saat ini DBD tidak hanya menyerang tempat yang kotor saja namun, di tempat bersih juga,” tuturnya. (bud/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here