Home TANGERANG HUB Pasar Lembang Batal Digusur

Pasar Lembang Batal Digusur

0
SHARE

TANGERANG–Pasar Lembang, Kelurahan Peninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, batal digusur, Rabu (4/10). Padahal, kemarin merupakan batas akhir yang diberikan pemkot kepada pedagang untuk memindahkan dan membongkar lapak dagangan.

Sebelumnya, sempat terjadi kesalapahaman yang sempat memicu kedua pihak. Namun, kesalahapahaman tersebut dapat diatasi setelah pengelola Pasar Barokah yang menjadi tempat relokasi melakukan sosialisasi dan konsolidasi dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Kapolsek Ciledug, Kompol Sutrisno mengatakan, banyak kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi antara pedagang dan pengelola lahan. Makanya, sebelum dibongkar kedua pihak melakukan mediasi dengan cara duduk bersama. “Saya berserta instansi yang terkait duduk bersama untuk berunding menyelesaikan permasalahan yang ada. Meski berjalan alot, namun kondusif dan pedagang Pasar Lembang siap untuk dipindah,”ungkapnya.

Sarto, sebagai salah seorang perwakilan yang tergabung dalam Komunitas pedagang menyampaikan keluh kesah yang dialami pedagang pasar lembang. “Setelah mendengar penjelasan dan keluhan pedagang, akhirnya kita menyatakan siap untuk pindah. Sementara baru ada sekitar 300 pedagang yang mendaftar untuk pindah ke pasar yang baru,” katanya.

Sementara itu, Manajer Operasional Pasar Barokah, Tb Imanudin mengatakan, hasil audiensi dengan para pedagang, ternyata ada miss komunikasi antarpedagang. “Di pasar yang lama ada total sekitar 900 pedagang yang terdaftar maupun tidak terdaftar. Sementara ada 320 yang terdaftar dan 120 bangunan liar.

Imanudin menambahkan, harga sewa lapak dengan ukuran 2 x 1,5 meter, pedagang dibebankan seharga Rp 3 Juta. Sementara untuk ukutan 2 x 2 meter dibebankan sebesar Rp 4 juta. Keduanya berdurasi kontrak selama 2 tahun, dengan iuran bulanan sebesar Rp 300 ribu per lapak.

“Kita samakan persepsi dengan pedagang. Masa di tempat yang lama dengan kondisi tidak layak dan becek begitu bayar salaran bulanan Rp 600 ribu mau. Sementara di tempat baru yang lebih nyaman dan enak cuma kita minta Rp 300 ribu per bulan pada nggak mau pindah,”ucapnya.

Iman menambahkan, sebanyak 850 lapak pedagang sudah disiapkan Pasar Barokah dimana 620 lapak sudah jadi dan siap digunakan. Sementara sisanya masih dalam proses pembangunan. Ia mengharapkan dalam waktu dekat bisa segera menyelesaikan pembangunan dan para pedagang bisa menempati lapak yang baru dalam kurun waktu 7 hari kedepan.

Ditemui di lokasi, Kepala Bidang Ketertiban Umum pada Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli bersama sekitar 50 anggota terlihat berjaga dalam mengamankan proses pembongkaran yang sejatinya direncanakan.

“Kami menyiagakan 50 personel untuk memback-up pembongkaran. Namun, urung dilakukan karena pedagang meminta ada perundingan sebelum dibongkar,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, tengah menunggu perundingan sebelum membongkar lapak pedagang di lahan yang akan digunakan untuk sekolah tersebut. “Lahan ini nantinya digunakan untuk pembangunan sekolah baru di Wilayah Ciledug. Makanya pemkot ingin memindahkan para pedagang ke tempat baru,” ujarnya. (mg-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here