Home HUKUM Pejabat Pemkab Jenguk PPDP

Pejabat Pemkab Jenguk PPDP

0
SHARE

TIGARAKSA-Dukungan moral terhadap Teguh Gunawan, Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) korban penganiayaan oleh Eko Sianipar warga Perumahan Taman Ubud Estate, Kecamatan Curug terus berdatangan. Pada Selasa (6/2) malam lalu, sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang seperti Sekretaris daerah Rudi Maesyal, Asisten daerah (Asda) 1 Heri Hariyanto, Kabag Pemerintahan dan otonomi daerahTisna Hambali, Camat Curug Rahyuni dan lurah Masitoh mengunjungi korban di Rumah Sakit Silloam.

Rudi maesyal mengatakan Pemkab Tangerang turut prihatin atas peristiwa penganiayaan yang dialami korban. Menurutnya, kedatangan dirinya Bersama pejabat Pemkab lainnya menejnguk korban merupakan bentuk kepedulian Pemkab Tangerang. “Kami Pemkab Tangerang ikut prihatin dan peduli terhadap Pak Teguh, apa yang dilakukan Pak Teguh melaksanakan coklit sudah benar, dedikasinya dan pengabdiannya untuk mensukseskan Pilkada sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Rudi mendukung proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian terhadap pelaku. Menurut Rudi, tindakan pelaku menganiaya korban ketika menjalankan tugas negara adalah bentuk pelecehan terhadap negara yang harus mendapat ganjaran setimpal atas tindakannya. Dirinya secara pribadi juga ikut memberikan bantuan meringankan biaya pengobatan korban. Bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi dirinya terhadap pengabdian korban kepada negara.

“Semoga pak Teguh lekas pulih dan dapat melaksanakan tugasnya kembali. Kami pemerintah daerah mengapresiasi pengabdian pak teguh dalam mensukseskan Pilkada,” ujar rudi. Sementara itu Kepada Tangerang Ekpsres Teguh Gunawan bercerita, bahwa selama ini mengenal dekat pelaku dan keluarganya. Sebagai orang yang mengenal dekat pelaku, dirinya pertama kali melaksanakan coklit dengan mendatangi rumah pelaku.

Menurut Teguh, dirinya tidak habis pikir atas apa yang dilakukan pelaku yang menganiayanya, padahal sambungnya selama ini pelaku acap kali dibantu olehnya. Sebelum terjadinya aksi penganiayaan, pelaku sempat meminta bantuan untuk mencarikan ahli bangunan untuk renovasi rumah pelaku. “Dia pernah datang kesaya minta tolong mau renovasi rumah, saya tahu tidak ada orang yang mau bantu dia, akhirnya saya bantu saya cari orang yang mau kerjakan renovasi rumahnya,” ujarnya.

Teguh mengaku setelah peristiwa penganiayaan itu, dirinya sudah memaafkan pelaku secara pribadi, namum ia tetap menginginkan proses hukum dapat dilanjutkan. “Kalau memaafkan saya sudah memaafkan dia, tapi proses hukum harus tetap berjalan,” tandasnya.(mg-14).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here