Home TANGERANG HUB Sepasang Ular Sanca Gegerkan Warga Cimone

Sepasang Ular Sanca Gegerkan Warga Cimone

0
SHARE

 

TANGERANG – Warga RT 04/07, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, digegerkan sepasang ular sanca jantan dan betina sepanjang 4 meter yang bersarang di plafon rumah warga, Selasa (20/2). Warga yang panik langsung melapor ke kelurahan.

Kepala Seksi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Kelurahan Cimone Jaya, Teguh Saniyako mengatakan, warga melapor ke kelurahan dan kebetulan dirinya yang menerima langsung laporan tersebut.

“Pagi sekitar pukul 9, Ketua RW 007, Zubaidah melapor ke kelurahan karena warganya panik melihat ada ular sanca di plafon rumahnya,” kata Teguh.

Setelah menerima laporan tersebut, Teguh bersama sejumlah petugas kelurahan langsung mendatangi rumah tersebut. Setelah disatroni, ternyata terdapat sepasang ular sanca jantan dan betina di plafon rumah tersebut.

“Ternyata ular itu bersarang di plafon rumah warga. Kebetulan ada warga yang merupakan pawang ular, jadi warga bersama-sama menangkap dan mengamankan ular tersebut,” ujarnya.

Evakuasi tak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit, kedua ular tersebut sudah dapat diamankan.

“Kita tarik keluar ular itu dari plafon, dan warga langsung sigap mengamankan ularnya. Walaupun sedikit takut, tetapi kita harus bisa menenangkan warga yang ketakutan,” ucapnya.

Warga yang tadinya panik, berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menonton sepasang ular sanca sepanjang empat meter yang membuat geger.

Menurut Teguh, ular itu bisa masuk ke permukiman warga karena sebelumnya daerah tersebut merupakan kebun dan lahan kosong.

“Karena permukiman semakin padat, jadi ular itu tidak punya tempat tinggal lagi sehingga masuk dan bersarang di rumah warga,” tuturnya.

Teguh mengimbau warga supaya mengamankan ular tersebut karena dapat mengancam keselamatan, khususnya anak-anak.

“Di Tangerang¬† tidak punya kebun binatang, jadi alangkah baiknya apabila ular itu dikirim ke dinas atau instansi terkait yang bisa menampung. Tetapi warga lebih memilih untuk memotong dan menguliti ular itu, karena takut,” papar Teguh.

Ia juga mengimbau masyarakat supaya lebih waspada dan tidak gegabah apabila terjadi sesuatu dan segera melapor kepada RT, RW, Kelurahan atau instansi lainnya.

“Intinya masyarakat supaya lebih waspada, apalagi sekarang ini musim penghujan. Banyak peristiwa tak terduga bisa terjadi,” pungkasnya.(mg-05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here