Home TANGERANG HUB Jalan Baik, Drainase Acak-acakan

Jalan Baik, Drainase Acak-acakan

0
SHARE

 

SETU-Secara umum kondisi infrastruktur di Kota Tangsel sudah baik. Namun, drainase masih dinilai acak-acakan. Hal ini sesuai dengan temuan Dewan dalam reses pertama tahun ini. Sejumlah Dewan melaporkan, banyak warga mengeluhkan buruknya sistem drainase.

Seperti di Kecamatan Ciputat Timur. Anggota Komisi 4 DPRD Kota Tangsel dari daerah pemilihan (Dapil) Ciptim, Dewi Indah Damayanti mengatakan, secara umum jalan dan infrastruktur lain dinilai baik. “Dari perbaikan maupun perawatan jalan, sudah baik. Tapi, drainase yang kita sesalkan, pengrejaannya belum maksimal. Banyak pengaduan seperti itu dari masyarakat,” kata Indah, usai penyampaian laporan hasil reses, di Gedung DPRD Kota Tangsel, di Jalan Raya Viktor, Gedung IFA, Kelurahan Buaran, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Senin (26/1).

Dewi menilai, pengerjaan drainase sepertinya dilakukan asal-asalan, terutama di wilayah Rempoa, Ciputat Timur. Oleh sebab itu, sebagai wakil rakyat, pihaknya akan mengevaluasi dinas-dinas terkait.

“Makanya nanti bagaimana mana kita mengevaluasi dinas-dinas terkait untuk melihat kerja dari dinas itu. Ini pihak ketiga jadi harus dievaluasi, hampir setiap saya reses ada foto pengaduan drainase yang pengerjaannya asal-asalan. Biasanya drainase kan ada trotoar atau penutup harus rata dengan jalan. Tapi ini nggak, ya itu asal-asalan,” ujar Anggota Fraksi Nasdem ini.

Tidak sedikit juga, drainase yang memiliki kulitas buruk. Misalnya, belum lama diperbaiki drainase tersebut sudah rusak. Bahkan, mengakibatkan kecelakaan karena ada kendaraan yang terperosok karena bibir darinase jebol.

“Belum lama dibetulin belum dikerjakan sudah banyak yang bolong-bolong, retak dan banyak mobil yang kecelakaan masuk ke got di daerah Rempoa. Ya itu asal jadi, kalau nggak ada pengaduan dari masyarakat, kita juga nggak tau,” bebernya.

Tidak hanya masalah drainase, dalam reses juga banyak pengaduan PJU. Dimana lampu penerang jalan juga banyak yang mati. Selain itu, pemberdayaan masyarakat pun kurang maksimal. Sebab, masih banyak pemuda yang mengeluhkan jika mereka belum diikutsertakan dalam pembangunan di Kota Tangsel.

Maka dari itu, lanjut Indah, reses ini menjadi solusi alternatif. Melalui ini, masyarakat bisa langsung menyampaikan permasalahannya kepada DPRD Kota Tangsel secara langsung. “Harapan kami, bagaimana hasil reses dapat diimplementasikan dengan pengaduan-pengaduan masyarakat. Atau aspirasi masyarakat yang belum terpenuhi, sehingga nantinya bisa diimplementasikan. Ini kan menyangkut perogram pemerintah, padahal ada anggaran pemerintah,” ucapnya.

Wakil II DPRD Kota Tangsel, Taufik mengatakan, reses ini bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dimana, anggota DPRD turun langsung ke lapangan dan kembali ke dapil masing-masing.

“Intinya adalah bagaimana kita memberikan satu pandangan yang cukup baik kepada masyarakat, bagimana kita membangun Kota Tangsel dengan baik. Prinsipnya bukan hanya secara infrastruktur tapi, keseluruhan yang ada di wilayah Kota Tangsel harus terpenuhi dengan baik,” imbuhnya.

Hasil reses ini, akan usulan Dewan kepada Pemkot Tangsel dalam menyusun anggaran. Sehingga, apa yang dikeluhkan masyarakat bisa direalisasikan. Selain itu, hasil reses juga akan dijadikan bahan evaluasi dengan OPD terkait. “Kami bukan pelaksana, pelaksana sepenuhnya adalah para SKPD dan kontraktor yang di lapangan. Kami akan tanyakan kepada mereka secara jelas. DPRD siap menilai dan melihat sejauh mana kinerjanya,” katanya.

Taufik pun berharap kepada pemkot untuk tidak mempekerjakan kontraktor yang tidak bertanggung jawab. Pemkot juga diminta lebih selektif dalam melakukan lelang proyek.

“Kami sangat menyesalkan banyaknya kontraktor yang bekerja asal-asalan. Padahal, pengawasan dalam pekerjaan maupun anggran cukup jelas, terutama para kontraktor yang nakal harus di-blacklist,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya akan menyingkronkan dengan RPMJD. Selanjutnya akan menyamipakan kepada SKPD terkait untuk mempelajari reses tersebut dan memasukan ke dalam reses SKPD.

“Kita akan bahas sama-sama. Apakah masuk di musrenbang 2018, apakah di murni, perubahan atau di yang lain. Pasti nanti akan ada kajiannya dari tim Bappeda, nanti kita akan baca secara detail,” pungkasnya. (mg-7/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here