Home PENDIDIKAN Jaman Now Siswa Belajar Dilantai

Jaman Now Siswa Belajar Dilantai

0
SHARE
BELAJAR: Siswa SDN Blimbing 2, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang terpaksa belajar dilantai karena kekurangan mebeler, Kamis (9/8). FOTO: Deden/Tangerang Ekspres

KOSAMBI – Ditengah perkembangan jaman (Jaman Now) wilayah yang padat industri dan pergudangan, sebanyak 98 dari 645 siswa SDN Blimbing II, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, masih belajar di atas lantai. Pasalnya, tambah ruang kelas yang dibangun pada akhir 2017 lalu, tidak dilengkapi dengan meja, kursi, lemari, loker dan papan tulis (Mebeler).

Kepsek SDN Blimbing II, Parijo membenarkan, bahwa siswa di sekolahnya harus belajar dilantai, lantaran belum adanya perlengkapan kursi dan meja. Ia menjelaskan, pada 2017 akhir, SDN Blimbing II medapatkan tambahan 3 ruang kelas baru dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, yang dikerjakan oleh pemborong. Namun, kata Paijo, di dalam RAB, tidak terdapat adanya kelengkapan Mebeler untuk sekolah baru.

Karena banyaknya jumlah siswa dan keterbatasan ruang kelas, kata Parijo, pihaknya terpaksa memanfaatkan tiga ruang kelas baru untuk kegiatan belajar mengajar karena keterbatasan ruangan yang mereka miliki. “Ruang kelas tidak mencukupi, jadi kami terpaksa mengunakan ruang kelas yang ada, meski pun belum ada perlengkapan seperti Mebelernya,” kata Parijo, Kamis (9/8).

Parijo mengungapkan, dengan tambahan tiga ruang kelas baru, SDN Blimbing II hanya memiliki 11 ruang kelas dan satu ruang dipergunkan untuk ruang guru. “Ruang kelas baru ada tiga kelas, jadi jumlah seluruhnya ada 11 ruang, dan yang satu ruang dipakai untuk ruang guru, karena memang kami memiliki keterbarasan ruangan, sedangkan jumlah siswa ada sekitar 645 siswa,” jelas Parijo.

Parijo mengaku, pihaknya sudah mengajukan permohonan Mebeler ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, namun hingga kini belum mendapatkan respon. Sehingga untuk sementara, pihaknya memaksakan kegiatan pembelajaran hanya dengan lantai.

“Sudah dua kali saya mengusulkan mebeler ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, yang pertama pada akhir 2017 dan kedua pada awal 2018, namun hingga sekarang belum dapat, barang kali masih diproses,” ungkap Parijo.

Untuk kenyamanan belajar siswa, Parijo berharap, pemerintah daerah dapat segera membantu dan memberikan mebeler untuk SDN Blimbing II. “Saya berharap ada subsidi atau bantuan mebeler, minimal untuk tiga kelas itu, karena kasihan siswa harus belajar dilantai,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komite SDN Blimbing II, Mahmudin merasa prihatin dengan kondisi siswa yang melakukan kegiatan belajar dilantai. Menurutnya, seharusnya Pemkab Tangerang, lebih profesional dalam perencanaan untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan dan tidak hanya menambah ruang, tapi juga harus berikut kelengkapannya yakni seperti mebeler sekolah.

“Saya sangat prihatin melihat siswa belajar di atas lantai, kalau memang pemerintah tidak bisa memberikan mebeler sekolah, tadinya kami selaku komite berencana akan menggalang dana dari para orangtua siswa, tapi kami khawatir akan berbenturan dengan peraturan pemerintah sekolah gratis,” kata Mahmudin.

Untuk diketahui, tiga ruang kelas yang belum dilengkapi peralatan belajar seperti kursi dan meja sekolah itu, ditempati oleh 98 siswa kelas 6 SDN Blimbing II. Setiap hari, puluhan siswa SDN Blimbing II itu, harus berjibaku mencari ilmu dengan belajar di atas lantai kramik yang dingin. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here