Home TANGERANG HUB Pemkot Andalkan Kader Posyandu Kendalikan Jumlah Penduduk

Pemkot Andalkan Kader Posyandu Kendalikan Jumlah Penduduk

1
SHARE
CINDERAMATA: Walikota Arief R Wismand=syah menerima cinderamata dari Plt BkkbN Harry Azhar, Kamis (9/8).

Pemkot Tangerang mengembangkan program yang berkaitan dengan keluarga. Hal ini sesuai dengan program pemerintah pusat dalam upaya mensukseskan agenda Nawacita melalui pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.

Salah satunya dengan diadakannya dialog nasional yang diselenggarakan BkkbN dengan tema “Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas”. Acara dihadiri 300 peserta terdiri dari Kader Posyandu, Pos KB, Pengurus Kampung KB, Kamis (9/8). Tampak hadir sebagai narasumber Sigit Priohutomo selaku PLt Kepala BkkbN, Harry Azhar Azis selaku Anggota VI BPK RI, Achsanul Qosasi selaku Anggota III BPK RI.

Walikota Arief R. Wismansyah yang hadir menyampaikan, kota Tangerang sebagai kota metropolitan pertumbuhan penduduknya bukan hanya dari jumlah kelahiran tetapi juga karena urbanisasi. Oleh karena itu, diperlukan program pemerintah untuk menekan jumlah penduduk agar tidak terjadi kesenjangan sosial.

“Diperlukan sekali peran dari kader-kader posyandu yang langsung terjun ke lapangan bahkan sampai ke pelosok,” ujar Arief.

Hingga kini Pemkot Tangerang telah menggulirkan beberapa program yang sudah berjalan seperti Kampung KB. Arief menambahkan kader-kader posyandu adalah pejuang-pejuang keluarga berencana di kota Tangerang karena sudah menjadi perpanjangan tangan dari program pemerintah ke masyarakat.

“Makanya berapa pun target keluarga berencana yang ditargetkan selalu diatas 100 persen, karena selalu diuber-uber sama ibu-ibu kader,” terangnya.

Pemkot Tangerang juga menyalurkan stimulan dalam bentuk intensif untuk seluruh posyandu di wilayah Kota Tangerang. Pemberian intensif ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Tangerang terhadap para kader posyandu yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat.

“Kurang lebih ada 1000 kelompok posyandu, yang dalam setahun kita berikan insentif kurang lebih sebesar 8 juta rupiah,” ujarnya.

Arief pun mengingatkan persoalan kependudukan memang menjadi masalah besar. Untuk itu ia berharap program kampung-kampung KB bisa menjadi terobosan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk agar kualitas hidup dengan keluarga berencana dapat tercapai.(hms)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here